Ini salah satu panganan yang sering kali saya buat dengan resep warisan , istilahnya udah ‘nglontok’ di kepala resepnya, bisa dimakan gitu aja, bisa di isi vla atau dipoles dengan selai, atau disiram sirup coklat, mapple, atau yang lain sebagai toppingnya.
Kalau mau beda bisa juga dengan 1 scoop ice cream.
Bahan:
250 gr terigu (self rising)
2 bt telur ayam
350 ml susu putih
gula pasir secukupnya
garam sedikit
vanili
2 sm mentega, cairkan (asal lumer aja)
Cara:
Terigu taruh di wadah, buat lubang di tengahnya, masukkan gula, vanili, garam, tuangkan telurnya di tengah lubangnya, aduk pelan-pelan sambil dituangi sedikit sedikit susunya , aduk/kocok terus sampai adonan lembut, kalau kurang cair tambah susu atau air, kalau kurang manis tambah gulanya. (kedua bahan ini, susu dan gula, bisa diganti dengan susu kental manis yang telah di encerkan).
Tambahkan mentega cairnya, aduk rata. Adonan ini harus PAS, nggak boleh terlalu encer, juga nggak boleh terlalu kental (gunakan perasaan anda ya, he he he) .
siapkan panci teflon ukuran 15′ cm, panaskan .
Bila panci telah panas kecilkan apinya tuangi adonan sebanyak 1 sendok kuah, ratakan sambil pancinya diputar-putar.
Apabila sudah timbul lubang pori-porinya dan pinggiran kue sudah berwarna coklat, balikkan, tunggu lebih kurang selama 1 menit, angkat, taruh di piring, selesaikan sampai adonan habis.
Makan selagi hangat dengan isian atau dengan topping yang di siram di atasnya.
orek-orek sikhil/footnote
Kalau sudah cukup kentalnya susunya nggak usah semua, atau susunya semua, ternyata oh ternyata, terlalu encer, tambah lagi terigunya , gulanya, keenceran lagi tambah terigu lagi… wah! kapan matengnya ya :-s . Pada intinya ‘ luki’ aja deh ( ini resep serious lho)!:))
Yummi…..