Archive for August, 2008

sebaiknya kau tak pergi lagi

Posted in puisi ku with tags on August 30, 2008 by kristi

terangkai kata

di ujung lidah

saat kau memandang

penuh harap

tak terucap kata

di ujung bibir

saat kau memohon

penuh harap

tak perlu kau tau

sepenggal kataku

yang ingin terucapkan

tak penting lagi kau tau

sepenggal hasrat

yang ingin ku sampaikan

sebaiknya kau tak pergi lagi

jogja, 30-08-2008

panekoek

Posted in resep-resep with tags , on August 27, 2008 by kristi

Ini salah satu panganan yang sering kali saya buat dengan resep warisan , istilahnya udah ‘nglontok’ di kepala resepnya, bisa dimakan gitu aja, bisa di isi vla atau dipoles dengan selai, atau  disiram sirup coklat, mapple,  atau yang lain sebagai toppingnya.

Kalau mau beda bisa juga dengan 1 scoop ice cream.

Bahan:

250 gr terigu (self rising)

2 bt telur ayam

350 ml susu putih

gula pasir secukupnya

garam sedikit

vanili

2 sm mentega, cairkan (asal lumer aja)

Cara:

Terigu taruh di wadah, buat lubang di tengahnya, masukkan gula, vanili, garam, tuangkan telurnya di tengah lubangnya, aduk pelan-pelan sambil dituangi sedikit sedikit susunya , aduk/kocok terus sampai adonan lembut, kalau kurang cair tambah susu atau air, kalau kurang manis tambah gulanya. (kedua bahan ini, susu dan gula, bisa diganti dengan susu kental manis yang telah di encerkan).

Tambahkan mentega cairnya, aduk rata. Adonan ini harus PAS, nggak boleh terlalu encer,  juga nggak boleh terlalu kental (gunakan perasaan anda ya, he he he) .

siapkan panci teflon ukuran 15′ cm, panaskan .

Bila panci telah panas kecilkan apinya tuangi adonan sebanyak 1 sendok kuah, ratakan sambil pancinya diputar-putar.

Apabila sudah timbul lubang pori-porinya dan pinggiran kue sudah berwarna coklat, balikkan, tunggu lebih kurang selama 1 menit, angkat, taruh di piring, selesaikan sampai adonan habis.

Makan selagi hangat dengan isian atau dengan topping yang di siram di atasnya.

orek-orek sikhil/footnote

Kalau sudah cukup kentalnya susunya nggak usah semua, atau susunya semua, ternyata oh ternyata, terlalu encer, tambah lagi terigunya , gulanya,  keenceran lagi tambah terigu lagi… wah! kapan matengnya ya :-s  . Pada intinya ‘ luki’ aja deh ( ini resep serious lho)!:))

Yummi…..

summer time

Posted in happy life with tags , , on August 27, 2008 by kristi

Summer time bisa jadi judul lagu, bisa juga judul cerita, bisa juga dalam artinya yang sebenarnya, yaitu musim panas .
Bagi saya Summer Time berarti lagu, saya suka banget sama lagu Summer Time, mo sapa aja yang bawain tetep Summer Time.
Kalau pas lagi ndengerin (baca: menikmati) lagu Summer Time rasanya gimaaanaaa gitu! Sepertinya jadi banyak inspirasi, ide, and mood saya jadi dapet.
Lagu Summer Time saya ada banyak, antara lain yang dibawain ama, Kenny G, George Bensons, Miles Davis, Janis Joplin, ada Aaron Nevil, Shirley B, yang asik yang dibawain ama Angelique Kidjo, soalnya bawainnya dalam bahasa Afrika, keren abis!!
Terus ada lagi punyanya Al Jarreau, John Klemmer, Charlie Parker & Chet Baker, john Coltrane ,yang lain saya nggak hapal.
Saya punya hari khusus Summer Time, hari itu saya cuman ndengerin lagu Summer Time, yang nyanyi : semua yang saya punya, mungkin nggak seberapa tapi bagi saya termasuk salah satu harta benda saya yang saya pelihara dan saya sayang-sayang (eman-eman).

flip-flop strawberi

Posted in resep-resep with tags , , on August 27, 2008 by kristi

minuman segar ini bisa juga disajikan sebagai minuman buka puasa, aman untuk lambung karena kandungan yoghurtnya.

bahan:
250 gr strawberi segar, iris
125 ml yoghurt strawberi
250 ml susu cair
125 ml jus apel

cara buat:
campur semua bahan kedalam juicer, proses sampai lembut
Hidangkan dalam gelas , bisa juga ditambahkan es batu.

nasi goreng kuning

Posted in resep-resep with tags , , , , on August 27, 2008 by kristi

Nasi Goreng Kuning, buatnya mudah, cepat,  rasanya enak, pas banget buat yang nggak suka repot-repot .

bahan:
2 piring nasi putih
1 piring kecil ikan asin jambal yg sudah digoreng, potong kecil-kecil
brambang goreng dan rajangan telur dadar (kalau suka)
Haluskan:
1 cm kunyit yg sudah dikupas
1/2 cm kencur yg sudah dikupas
2 sg bawang putih
2 sg brambang merah
seujung sendok teh terasi bakar

rajang kasar :
2 bh  lombok hijau,

2 sm minyak untuk menumis

Caranya:
Panaskan minyak dalam wajan, masukkan bumbu halusnya, matangkan, tambah lombok hijaunya, masukkan ikan asin, kemudian nasinya, masak terus sampai matang. (kalau asinnya kurang tambah garam)

Sajikan dengan taburan brambang goreng dan rajangan telur dadar, tambahkan krupuk udang.

Happy cooking!!

takaran religi

Posted in sosial with tags , , on August 26, 2008 by kristi

Dalam pendapat saya pribadi, setiap manusia mempunyai ukuran masing-masing atas nilai religinya. Ada yang sangat mendalam, ada yang biasa saja atau rata-rata, dan ada yang di bawah permukaan.
Sebagai contoh, saya mengambil dalam diri saya sendiri, nilai religi saya, menurut saya ya biasa saja, tidak di atas dan tidak di bawah permukaan. Setiap malam (paling tidak) sebelum tidur, saya selalu berdoa, kadang saya langsung tidur. Begitu ingat, saya langsung menyadarkan diri dan minta maaf sama Tuhan dan langsung berdoa. Satu saat saya berdoa sampai ketiduran, begitu sadar, saya langsung minta maaf sama Tuhan dan langsung cepat-cepat mengakhiri doa saya dengan kata”Amien” dan melanjutkan tidur saya.
Segala puji syukur dan segala permohonan saya hanya saya tujukan kepada Tuhan Saya, mungkin ada banyak pribadi yang sama seperti saya, artinya mereka tidak mengkhususkan sepersekian bagian dari sepanjang hari dalam hidupnya untuk melakukan hal-hal yang bersifat religius.
Berdoa, bersyukur ataupun memohon sudah menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari bahkan menjadi suatu rutinitas yang kadang-kadang bagi saya pribadi menjadi terasa monoton dan hambar.
Mungkin memang manusiawi juga ya, kan manusia banyak kekurangannya, oleh sebab itu banyak orang (saya) melakukan hal-hal yang sifatnya menjadikan hubungan antara pribadi (saya) dengan Tuhan “segar” kembali (mohon maaf, ini semua beracu pada diri saya pribadi).
Kadang saya memulai hari saya pada saat membuka mata dengan menyapa Tuhan saya dengan kata-kata yang sangat sederhana, misalnya: “Selamat pagi Tuhanku” atau saya menyapa dengan kata-kata “Hai Tuhanku, Nyenyak tidurMu semalam ? “, walupun saya tahu dan diajarkan sejak kecil bahwa Tuhan nggak pernah tidur, tapi terkadang bagi saya itu menjadikan saya merasa sangat akrab denganNYA.
Bagi sementara golongan agama, memasang atribut ke-agama-annya di dinding rumahnya atau diatas lemari ‘bufet’ atau di atas meja kecil di sisi tempat tidur, adalah biasa, seperti juga misalnya memajang gambar “Tuhan”nya di dinding, karena mungkin pengertian Tuhan ada di mana-mana, jadi nyata. bahkan terkadang sampai-sampai kita (saya) tidak menyadari lagi ada atau tidaknya gambar tersebut.
Namun lain lagi bagi salah seorang sepupu saya, nampaknya ia ’sangat’ menghayati kehadiran Tuhannya , sehingga setiap kali ia berganti busana ia selalu membalik gambar religi di kamarnya, kata sepupu saya:” aku kan ya malu to kalau dilihat sama Tuhanku pas ganti baju”, saat itu saya tertawa terbahak-bahak, tapi setelah tiba di rumah saya renungkan peristiwa tadi, dan tiba-tiba saya merasa sangat kecil.

Tuhanku, Kau segalanya bagiku.

resep luki

Posted in Percaya diri with tags , , on August 25, 2008 by kristi

Saya termasuk orang suka juga masak, atau bikin kue. Koleksi buku resep cukup banyak (tapi sebagian sudah hancur kerendem banjir, hiks,hiks).
Dulu saya suka bikin sesuatu bareng kakak perempuan saya, bikinnya macam-macam, pernah bikin empek-empek, donat, kue sus, arem-arem, puluhan macam kue “cake”, aneka puding, minuman segar , pokoknya di majalah ada resep baru apa kami langsung nyoba buat, hasilnya kebanyakan pasti jadi , “guzel”, atau exelent.
Tapi namanya manusia pasti ada mis nya dong. Pernah satu waktu kami bikin Cake dari buku resep kue-kue. Belanja bahan dan mempersiapkan segalanya.
Ayah kami (alm.) udah mondar-mandir aja di depan kami, sampai akhirnya bertanya: “kapan matengnya” ?, ya… sebentar, sabar aja!, jawab kakak saya.
Sampai hasil akhir, entah mengapa ternyata kuenya bantat, alias nggak ngembang. BIASANYA, kalau kejadiannya seperti itu, langsung kue bantatnya kami buang (ups, sorry) ke tempat sampah, tapi ini berhubung sudah diincer terus, kami nggak berani membuangnya, ya sudah disajikan aja apa adanya, waktu ditanya ini kue apa kok bantat , kakak saya ngejawab:” ya kue bantat, emang resepnya gini!”.
Lain lagi Kalau saya memasak atau membuat kue yang “non cake”, artinya bukan model yang dioven, saya jarang sekali menggunakan takaran dalam resepnya, yang saya perhatikan bahan dan cara membuatnya, takarannya kira-kira aja. Pasti jadi kok !
Jadi waktu saya ditanya : bisa bikin “anu”, pasti jawab saya bisa, “bahannya apa aja?”, saya tulis aja di kertas bahan-bahan dan cara membuatnya, takaran bahannya serba secukupnya. Giliran ditanya takarannya seberapa, waduh, saya nggak tau persis, kamu kira-kira aja deh, sambil dicobain rasanya, jawab saya.
Jadi resep saya selalu dijulukin resep luki, alias “lu kire-kire aje seberape”.
Sekarang saya sudah membiasakan diri kalau diminta resep suatu masakan atau kue saya sertakan juga takarannya, biar yang masak atau bikin kue nggak bingung.

my favorite things

Posted in happy life with tags on August 24, 2008 by kristi

Semalam saya ndengerin lagunya Al Jarreau yang my favorite things, lagunya enak banget duet ama Kathleen Battle, dan tiba-tiba saya jadi inget ama kebiasaan saya memperlakukan my favorite things.
Saya terbiasa menyimpan barang-barang yang sudah tidak dipakai lagi secara sehari-hari, tapi mau dibuang sayang. Jadi ada satu lemari yang penuh dengan barang-barang seperti itu. Isinya macam-macam, ada kain perca, potongan kian, baju-baju lama, majalah dan kalender usang, kancing-kancing bekas (dan baru), tas-tas yang nggak dipakai,wah pokoknya macam-macam barang lain yang sudah tidak dipakai tapi mau dibuang sayang.
Sering kali kalau saya mau buat sesuatu saya justru menemukan bahannya dari lemari itu.
Sebulan yang lalu saya membuat boneka dari kain perca yang kain-kainnya semua adalah kain-kain sisa yang masih saya simpan.
Kemarin saya buat “tote bag” (casual bag) dari hasil sulaman kruisstik saya yang dibuat berbulan lampau yang saya aplikasikan ke sepotong kain hitam yang saya temukan di lemari tersebut, hasilnya ? nggak ada duanya deh!
Beberapa tahun yang lalu saya dapet hadiah traveling shoes bag, waktu itu saya pikir , ah buat apa repot-repot pake tas segala, jadi saya jejalin aja kelemari itu, tapi toh ya kepake juga . pokoknya apa aja yang nggak dipake sehari-hari masuk ke lemari itu. Menurut saya ya seperti lemari ajaib gitu, semua dimasukkan kedalamnya, dan satu saat saya perlu sesuatu ada di dalamnya.
Lemari ajaib itu secara periodik saya keluarkan semua isinya saya susun lagi sambil disortir lagi mana yang mungkin masih perlu, mana yang masih perlu dan yang udah nggak mungkin diperlukan lagi dan mana yang pasti nggak perlu lagi. Mestinya, saya secara sadar tidak akan membuang barang-barang yang mungkin masih akan saya pakai lagi atau perlukan untuk “buat sesuatu” karena sudah kena sortir berlapis. Tapi kok ya masih aja kebobolan.
Saat saya dapet ide mau buat sesuatu, saya bongkar lemari saya , eh ternyata barang yang saya perlukan untuk bahannya sudah nggak ada, alias sudah saya buang, wah… nyesel..! tapi ya percuma, kalau saya ngotot mau buat juga ya terpaksa beli bahan yang diperlukan lagi, baru terus buat.
Kata anak saya, saya seperti pemulung, tapi dia juga mengakui manfaatnya, saya nggak akan buang barang, kalau ada sebersit pikiran mungkin bisa untuk sesuatu, jadi simpen aja dulu.
Memang sih kesannya kotor dan berantakan, tapi kalau di simpan dalam lemari kan nggak ketahuan, dan yakin ! satu saat pasti ada gunanya.

So, create your own magic cabinet

polisi tidur

Posted in sosial with tags , , , on August 23, 2008 by kristi

di kampung tempat tinggal saya, (di Jogja) ada BANYAK polisi tidur, sepertinya sekarang siapapun boleh membuat polisi tidur di mana aja dengan ukuran apa aja.
Dengan jarak tempuh kurang dari 50 meter aja bisa ada 4 sampai 5 polisi tidur, bahkan ada yang dobel alias berjajar hanya dengan jarak 1 langkah saja.
Dulu, membuat polisi tidur ada aturannya, awalnya hanya di depan pos penjagaan di kantor-kantor atau di instansi pemerintah, kalau di lokasi militer atau di pelabuhan yang sudah pasti, untuk memperlambat kendaraan yang lewat pintu palang pos penjagaan, sambil memberi kesempatan petugas untuk meneliti penumpang kendaraannya.
Masa berikutnta di ujung jalan kampung-kampung dan di pintu masuk komplek perumahan-perumahan. Sekarang di depan setiap rumah orang boleh dengan bebasnya membuat polisi tidur yang tingginya juga nggak aturan.
Pantesan, di kota saya tinggal banyak sekali yang namanya “tukang setel porok dan pelek”, awal-awal saya di Jogja saya nggak ngerti tukang setel porok itu apa, sekarang jadi ngerti, itu tukang stel fork atau velg . Ya tentu saja ! motornya pada hancur semua abis pas lewat polisi tidur tancap aja, yang seneng ya bengkel motor dan tukang servis motor.
Apa mereka nggak mikir kalau ada kebakaran apa mobil pemadam bisa melaju di jalan yang banyak polisi tidurnya ? wah apinya udah keburu besar, bahkan rumahnya udah rata tanah mobil PMK nya baru nyampe.
Sekalipun sudah ada perda dari Bupati setempat ya tetep aja warga kampung berlomba-lomba buat polisi tidur.
Kalau maksudnya agar pengendara di kampung mengurangi kecepatannya ya nggak mempan, wong tetep aja motor-motor pada ngebut di dalam kampung, malahan waktu lewat polisi tidur nggak di rem jadi bayangin aja suaranya seperti apa, “gedombrangan, seakan-akan motornya mau lepas semua onderdilnya.
Di kampung-kampung di Surabaya (tempat saya tinggal sebelum Jogja) nggak pake polisi tidur , cuman di setiap (rata-rata) ujung jalan masuk kampung ada tulisan “NGEBUT BENJUT” dan memang cukup efektif.

pelan-pelan mas !, banyak anak-anak (max.5Km) . . .(?)

untitled

Posted in puisi ku with tags on August 22, 2008 by kristi

tak semestinya ada

air mata

tak semestinya ada

doa dan kedukaan

hidangkan pahit kopi

dan goreng pisang

taburkan wangi semerbak

dan iringkan dengan lagu ku

sebarkan  dalam samudra

nan biru kelam

dan iringkan  dengan senyum mu

karena aku

kan ada

di tempat yang semestinya

jogja 4 januari 2005