Archive for September, 2008

si dodo,

Posted in Percaya diri with tags , on September 29, 2008 by kristi

Anak saya yang jadi guru (dipanggil miss) di sekolah playgroup intl. kalau pulang kan mesti bawa cerita macam-macam, salah satunya yang menjadi favorite kami tentang Dodo, muridnya.

Dodo tipe anak yang spoiled, karena memang dia dikondisikan begitu, maklum cucu pertama, laki lagi, jadi kayaknya wajib dan wajar aja kalau dimanja, abis-abisan. Jadi Dodo ini suka aneh-aneh lucu gitu kelakuannya, pernah dia bawa udang hasil pancingan ayahnya kesekolah, di taruh dalam wadah kotak plastik, dia nggak mau berpisah sama udangnya yang sejak malam harinya sudah dibawa-bawa kemana-mana, sampai udangnya teler, soalnya dia lari sana lari sini sambil bawa-bawa kotaknya yang ada udangnya, terus missnya bilang: aduh Dodo, udangnya kasihan, di taruh di rak dulu, Dodo biar main-main dulu ya. udangnya udah setengah pingsan, terus missnya  bilang sambil posisi memohon-mohon maaf, aduh udang, maaf, maaf, maaf ya…

Kalau pergi sekolah dandanannya ala elvis gitu, rambutnya di mohawk, pake sepatu lars, dan kaca mata hitam, pas pulang missnya nanya, Do! kok suka pake kacamata item sih?, Dodonya jawab, “iya bial cewe-cewe tepek tepek” ( maksudnya: iya, biar cewek-cewek klephek-klephek).

pandora’s box,

Posted in sosial with tags , , , on September 28, 2008 by kristi

kalau dibilang perempuan ditakdirkan menjadi pelayan keluarga, enggak juga, atau dibilang perempuan dijajah pria ya enggak juga, secara gini hari gitu !, atau perempuan itu (baca:ibu) tempatnya di belakang, atau istilah-istilah yang lain yang maksudnya menggambarkan betapa status atau posisi kaum perempuan (baca:ibu) itu di bagian yang ter-nggak enak dalam sebuah rumah tangga.

Saya sering menemui para ibu atau isteri yang kerjanya  di dapuuuuuuurrrrr melulu, pagi-pagi masak air, bikin kopi, matiin lampu teras, terus nyapu, ngepel, ngelap-ngelap, nyuci, nyetrika, beres-beres ini, beres-beres itu. Terus melayani kebutuhan  suami dan anak-anaknya, minta diambilkan minum, minta diambilkan makan, siapin baju, menyimpan kembali apa-apa yang tadi diambil (sama orang lain) terus nggak dikembalikan lagi ketempatnya, inget-inget kapan bayar air, kapan bayar listrik, kapan bayar cicilan ini, bayar cicilan itu, kapan nglunasin pinjaman ini, pinjaman itu, nginget-nginget kebutuhan apa dirumah yang sudah habis pas belanja ke supermarket, angkat cucian, lipet-lipet cucian ( karena banyak baju yang gak perlu disetrika), nyalain lampu teras pas hari mulai gelap, mikir menu makan malam apa, buang sampah dari dapur ketempat sampah di luar, nyuci piring-piring bekas makan malam ( tadi siang juga nyuci piring bekas makan siang, dan sebelumnya nyuci perabotan bekas sarapan), mati-mati-in lampu karena udah mau tidur, ngunci pintu pager, ngunci pintu rumah, kalau tengah malam bunyi suara yang mencurigakan para ibu yang bangun duluan. Belum lagi puluhan pertanyaan yang bunyinya, ma! ininya dimana? atau itunya dimana, dan yang hebatnya kaum ibu itu selalu tau letak barang-barang yang ditanyakan .

Rasa-rasanya kerjaan nggak ada abis-abisnya, baru merebahkan badan untuk istirahat, eh tau-tau udah jam 5 pagi. Saya yakin ada banyak kaum perempuan yang kurang-lebih kesehari-hariannya seperti ini, sepertinya mereka udah secara otomatis melakukan hal-hal tersebut, dan saya yakin juga ada banyak kaum perempuan yang “merasa” itu sudah merupakan pekerjaan yang normaly dilakukan para perempuan, yang secara kodrati memang harus melayani keluarga, menjadi pelayan keluarga, sepertinya kehidupannya hanya dalam “kotak” rumah tangganya saja

mungkin para anak atau para suami yang kurang menyadari betapa berat pekerjaan kaum perempuan , para ibu, para isteri ini perlu juga sekali-kali merasakan atau menikmati sesaat terbebas dari rutinitasnya. Nggak ada jeleknya sesekali kaum pria, anak maupun suami berbagi pekerjaan rumah tangga dengan ibu atau isterinya, dan kaum perempuan, para isteri atau para ibu percayalah ! para priapun mampu mengerjakan tugas-tugas rumah tangga, tinggal membiasakan aja, bukan sesuatu yang tabu atau memalukan kalau pria buang sampah, masak, nyapu atau ngepel, atau pekerjaan rumah tangga lainnya, paling tidak melakukan hal-hal untuk diri sendiri tanpa minta dilayani.

jadi para ibu, keluarlahlah dari kotak pandoramu.

selamat idul fitri

Posted in resep-resep with tags , , , on September 26, 2008 by kristi

Ni menu favorit dalam keluarga, roti maryam dan gulai kacang ijo (kita nyebutnya lejo)

Roti maryam

bahan :

500 gr terigu

1/2 st baking soda

2 bt telur

1/2 st garam

150 air matang

1 sm minyak sayur/samin

cara :

campur semua bahan menjadi satu dengan dituangi air dikit-dikit

uleni sampai kalis, bagi adonan jadi 12 bag. diamkan 30 minuts

setelah 30 minuts, ambil 1 bag. pipihkan, gulungkan, pipihkan lagi dari atas (penampangnya di sebelah atas)

Goreng di panci teflon dg sedikit mentega atau olive oil.

Gulai kacang hijau

bahan :

Bumbu gulai

brambang merah yang sudah dirajang

100 gr daging kambing ( bisa diganti sapi atau hanya menggunakan bumbu aroma sapi)

500 gr kacang hijau

garam

Cara  buatnya :

rebus kacang hijau dan dagingnya sampai lunak, tambahkan bumbu gulainya, tambahkan rajangan brambang merah, matangkan sampai kuahnya mengental. jangan lupa di icipin dulu kurang asin atau kurang apa gitu!

Cara menikmatinya :

sobek roti maryam, colekkan ke lejonya, langsung dengan tangan, Yummie !!

Selamat mencoba !!

my home sweet home,

Posted in happy life with tags , , , on September 26, 2008 by kristi

Setelah berjalan-jalan ke blog tetangga dan membaca sebuah tulisan tentang membuat rumah, saya jadi ingat pengalaman pribadi saya, begini ceritanya,

Waktu saya sudah memutuskan untuk pindah dari surabaya dan akan membuat rumah sendiri  di Jogja, dimulailah  petualangan saya . . . . ,

Sambil menunggu rumah kami di surabaya laku,  waktu saya membuka-buka lemari ajaib saya, saya menemukan sebuah sisa buku milimeter, setiap hari saya menggambar design calon rumah saya, dengan macam-macam model, SETIAP HARI, sampai saya diejek-ejek : kapan mbangunnya, kok nggambaaaar aja. Ya saya jawab aja, gambarnya dulu, wong rumahnya belum laku kok!

Saya hanya lulusan sekolah menengah atas, nggak punya latar belakang arsitek sama sekali, babar blassh,  modal saya cuman buku milimeter,  dan dari seluruh proses menggambar rumah idaman saya, saya menghabiskan 5 buku milimeter. Rata-rata gambarnya pasti berubah, karena saya selalu menggambar ulang rumah idaman saya, dengan model yang berbeda, dan luas tanah yang berbeda juga, dari 250 m2, karena setelah saya tahu harga pasaran tanah (saat itu) berapa, luas lahan calon rumah saya makin menciut . Saya menggambar macam-macam bentuk design dan layout dalam dan luar, jendelanya berapa, ukurannya berapa, pintunya berapa, ukurannya berapa, luas kamarnya berapa, pintunya menghadap mana, jendelanya menghadap mana, bukaan samping atau atas atau bawah, atau digeser, wah pokoknya macam-macam bentuk.

Akhir dari petualangan saya, (saya sebut petualangan saya karena saya mendapatkan sensasi tersendiri pada saat-saat menggambar itu) luas lahan mentok di 180 m2, bangunan 2 lantai. Di bawah dengan 6 kamar tidur, 2 kamar mandi-WC, dapur, sepetak tanah terbuka untuk jemur-jemur, di tengah ada space untuk lalu-lintas antar kamar, yang kalau malam untuk tempat motor-motor. Di depan ada teras semi tertutup, dengan 2 bangku panjang.

Di atas ada 3 kamar tidur, 1 kamar mandi-WC, 1 dapur, space di tengah , teras kecil di depan dan space lumayan luas di belakang untuk jemur-jemur bisa juga untuk duduk-duduk kalau mau.

Tangga ada di depan dan di belakang, halaman depan untuk berkebun lumayan, saya punya pohon cemara yang tingginya melewati atap rumah saya, dan tanaman bunga-bungaan lain (tidak termasuk bunga bank lho) dan carport yang bukan untuk mobil. Dilihat dari gambarnya, temen saya yang arsitek aja kagum, apalagi saya .

Semua memuji-muji hasil gambar design saya (setelah wujudnya berbentuk bangunan tentu saja) secara saya awam begitu, dan mereka lebih takjub lagi ketika tau saya nggak sekolah arsitek.

Mestinya saya juga bangga atas hasil karya saya, tapi sayang, rumah saya dikerjakan oleh sekelompok manusia dengan cara yang kurang manusiawi, jadi ya . . . Ahh, sudahlah, yang penting. . .

home sweet home!

menjadi orang kreatif,

Posted in sosial with tags , , , on September 26, 2008 by kristi

Berbahagialah menjadi orang indonesia, karena nampaknya orang indonesia garisnya memang sudah ditakdirkan menjadi orang yang kreatif, super kreatif bahkan.

Di bawah ini daftar sebagian kecil dari ke-kreatif-itas-an orang indonesia:

mewarnai buah-buah-an yang sudah terbelah (terlihat penampangnya) dengan zat pewarna (yang notabene ‘mungkin’ bukan untuk makanan)

menggunakan zat pewarna dan pengawet yang dilarang untuk makanan

mengolah kembali daging dari tempat sampah untuk dijual kembali.

mewarnai ayam potong mati dengan zat pewarna untuk dijual dan mengelabui aroma menyengat ayam dengan bumbu-bumbu tertentu.

mengelabui pembeli dengan daging gelonggong agar timbangan berat bertambah.

membuat gorengan agar lebih renyah (katanya!) dengan cara menambahkan plastik kedalam minyak saat menggoreng.

mrica bubuk dicampur serbuk semen

ikan kakap yang dipalsukan warna merahnya

MENYITA (baca: membawa pulang) produk-produk panganan yang masih harus diuji kelaikannya dulu  (mungkin untuk anak-cucunya di rumah)

menjual bibit padi yang sudah letoy ke petani

telur asin yang dipalsu, dari telur ayam biasa di cat seperti telur asin

cendol dicampur bedak (katanya biar padat dan awet)

membuat kerupuk kulit dari bekas jaket dan sepatu kulit, dan masih BUANYUAK LAGI YANG LAIN !!

belum pemalsuan-pemalsuan produk dengan menggunakan kemasan aslinya, makanya dalam keluarga, saya  selalu mengingatkan untuk selalu menghancurkan kemasan kosong sebuah produk sebelum dibuang ke tempat sampah, misalnya botol air mineral, pasta gigi, botol atau bungkus shampoo, sabun, body lotion, pewangi atau pelembut pakaian dsbnya, agar supaya tidak dipalsukan, setidak-tidaknya kami tidak memfasilitasi para pemalsu tersebut dengan kemasan produknya.

the good, the bad and the ugly

Posted in sosial with tags , , on September 26, 2008 by kristi

Semua “orang” pasti punya apa yang disebut habit, ada yang baik dan ada yang jelek bahkan cenderung buruk dan menjurus ke jahat.

Misalnya ada orang yang ber-ke-biasa-an kentut (ups!) di sembarang tempat, ada yang punya ke-biasa-an ngupil terus (maaf) ditempatkan di sembarang tempat juga, (aduh, yaiks!!), ada yang habitnya sering banget cuci tangan baru ngapain dikit udah cuci tangan, dikit-dikit cuci tangan sampai cenderung ke parno, ada yang habitnya ‘pelor’, begitu kepala dapet tempelan langsung molor, kadang di angkot, di bis kota , bahkan di bahu tetangga, (mudah-mudahan yang duduk di sebelah cakep, he he he), terus ada yang habitnya buang pakaian kotor sembarangan, ambil barang gak dikembaliin ke tempatnya, kebiasaan ngemil (atau rakus ya?), ke-biasa-an nunda-nunda kerjaan, ke-biasa-an nyela pembicaraan orang, ber-ingus sembarangan terus tangannya nyari sesuatu untuk bersihin ingusnya, (ya paling tembok pagarnya orang jadi sasaran), ada yang ber habit sebelum tidur tempat tidurnya di sapu bolak-balik, sampai licin dan halus, gak boleh ada sebutirpun pasir, atau spreinya kusut sedikitpun, ke-biasa-an copot sepatu sembarangan di depan pintu masuk, ke-biasa-an ngatur lemari bajunya sampai rapiiiihhhh banget, dan anehnya biar dia ngambil baju yang paling bawah, susunan bajunya bergeming, tetep rapih,  ke-biasa-an nggak ngatur meja di kamarnya dan anehnya ya tau aja semua barang-barangnya ada dimana, kalau dirapiin malah bingung. ada yang ke-biasa-annya ngomeeeeeellll, aja sampai julukannya nenek trembel.

Ke-biasa-an bolak-balik nyisir rambut, bahkan didepan umum, kayak boneng, biasa pake topi atau kacamata, terus topi atau kacamatanya nggak dilepas pas masuk ruangan, ke-biasa-an ngintip tetangga dari balik tirai jendela, ke-biasa-an mencuri dengar pembicaraan orang lain,  ke-biasa-an bergosip, ke-biasa-an nyolong, ke-biasa-an memeras, melakukan tindakan kekerasan, bahkan ber-ke-biasa-an memerintah.

NAAAAAA, batasannya nggak jelas kan, jadi ke-biasa-an jelek atau perilaku ??

So keep on behave !!

leychi sekolah !!

Posted in happy life with tags , , on September 25, 2008 by kristi

Ingatkan sama my lovely little honey bunny leychi, itu kelinci, pet kami yang ternyata sudah bertambah besar dan larinya tambah gesit, dan semakin kepala batu! Apa terus disekolahin kepribadian kelinci gitu……?, ya enggak sih.

Anak saya yang perempuan yang  adiknya anak saya yang laki-laki, pekerjaannya adalah menjadi guru di sekolah intl.playgroup di Jogja, dia seneng banget sama pekerjaannya, saya juga seneng banget.

Pertama-tama karena dia senang, keduanya karena dia selalu pulang dengan membawa cerita-cerita lucu seputar murid-muridnya yang lucu-lucu.

Pada suatu hari dia ngusulin ke principle mau ngadain pets day, ada guru yang bawa kucing, karena dia punya kucing, ada kura-kura, punya yang nunggu sekolahnya, dan miss anak saya tu ngusulin bawa kelinci, karena dia punya kelinci, jadi hari senin dia sudah menginformasikan ke saya, besok hari kamis leychi mau ke sekolah, Hah….? sekolah? , oh ya setelah dia ngejelasin semuanya ya saya baru ngerti maksudnya.

Sehari sebelumnya semua sudah disiapkan, biskuitnya, makanannya, kandangnya dibersihin, dan leychinya di sikat bulu-bulunya sampai haluuuuuus banget.

Seharian saya nggak ditemani sama leychi my lovely little honey bunny, sampai menjelang sore baru terasa kok sepi ya, biasanya ada yang saya panggil-panggil, ada yang saya ajak ngobrol, kok ini gak ada siapa-siapa, spot kandangnya juga kosong.

Dan terasa kalau kita punya sesuatu atau seseorang yang biasa bersama kita, terus harus pisah walaupun sementara , seperti ada yang hilang,

Waktu sorenya leychi pulang, dia nampak capai banget, mungkin dia senang, ketemu anak-anak sekolah playgroup itu, dan yang  sempat jadi person of the day, semua perhatian tertuju ke dia, untung dia nggak minta didaftarin di sekolah playgroup itu  :D

selamat berbuka puasa,

Posted in sosial with tags , , on September 20, 2008 by kristi

Sejak kurang-lebih 4 sampai 5 tahun belakangan ini, setiap bulan ramadhan, sepanjang Jalan Kaliurang di Jogja, penuh dengan orang berjualan panganan kecil untuk berbuka puasa, atau ta’jil, istilahnya.

Awal tahun-tahun pertama dari 4 sampai 5 tahun belakangan itu, banyak anak mahasiswa-mahasiswi yang juga berjualan , atau menjadi penjaja dadakan lah, jualannya sih gak terlalu istimewa, tapi tongkrongannya…. wah, maut rek (wah gimana ya kalau mau nulis e pake tanda seperti kalau mo nulis rek yang dibacanya arek-arek gitu, gaptek nih!) Jalanan sampai macet.

Tahun kedua dan ketiga dari 4 sampai 5 tahun belakangan itu, penjual yang anak mahasiswa -mahasiswi sudah mulai berkurang, tapi ada penjual yang unik, pake mobil mc gyver orange, jualannya pisang ijo, yang beli banyak banget sampe ngantre lamaaaaa, eh taunya abis!!, nggak kebagian.

Yang asli penjual kue ya tetep jualan, gak peduli ada anak mahasiswa-mahasiswi atau enggak, jualannya ya tetep aja dari tahun ke tahun, kue-kue dan kolak dan es buah.

Karena yang jualan pisang ijo itu ruameee banget, yang lain mulai ikut-ikutan jualan pisang ijo, model boleh sama tapi rasa beda pasti!, wong kokinya juga beda-beda.

Sekarang, puasa tahun ini, yang penjual anak mahasiswa-mahasiswi banyak berkurang, yang penjual tetap ya tetep aja, banyak, dan sekarang SEMUA jualan pisang ijo, aduh capede…..

let’s go !

Posted in Percaya diri with tags , , , on September 19, 2008 by kristi

Semua orang (pada umumnya) tahu apa yang disebut makhluk halus, artinya dia halus banget sampai gak terasa kalau kesentuh. Dan banyak orang tau pula, kalau rumah-rumah kuno atau rumah-rumah kosong rata-rata ada penghuni ikutannya, yaitu makhluk halus ini.

Seperti rumah orang tua kami dahulu di Surabaya, rumahnya kuno, besar, banyak kamarnya, lebih dari 40 tahun usia saya, saya habiskan di rumah tersebut, artinya sebelum saya lahir, orang tua saya sudah menempati rumah tersebut.

Banyak kenangan manis dan kenangan pahit yang saya lalui sejalan dengan waktu yang berjalan. Salah satunya kenangan akan peristiwa-peristiwa yang menyangkut makhluk halus ini.

Banyak orang yang berkunjung kerumah kami  mengatakan : rumahmu serem, banyak hantunya ya ?, emang bener, rumah kami banyak hantunya (kalau boleh disebut hantu) tapi nggak serem tuh. Ya… kadang emang ada yang suka usil, tapi sepanjang kami tinggal di sana, nggak ada yang jahat, artinya yang ngganggu sampai mencelakakan kami penghuninya.

Wujudnya macam-macam dari yang serem sampai yang lucu, misalnya seorang sinyo-sinyo belanda dengan mboknya, atau nenek-nenek tua yang wajahnya keripuuuuttt banget, atau seorang cowok ngganteng yang suka nyangkruk (duduk dengan berjongkok) di teras depan rumah, dan macam-macam yang lain.

Kami sering berpapasan dengan mereka, dan kadang kami menyapa mereka dengan santai, artinya kami sudah menganggap mereka sebagai bagian dari kami.

Seiring dengan panjangnya waktu dan banyaknya peristiwa, sampailah saat kami harus pindah dari rumah itu (dijual, karena masing-masig sudah punya kehidupan sendiri-sendiri), saat itu saya mengatakan kepada “teman-teman” saya tersebut: wah, saya mo pindah ke Jogja nih, ayoooo, mau ikut nggaaaakkkkk ?, saat itu saya ngomongnya santai aja, tapi ternyata mereka sudah lebih dulu sampai di rumah baru saya, artinya saat saya pertama kali masuk kerumah tersebut, mereka sudah ada di sana. Entah karena senang aja atau emang karena rumahnya lebih mungil dari rumah yang lama, rasa “ditemani”nya jadi lebih sering.  Untungnya teman-teman saya itu tetep baik artinya nggak suka usil, walaupun terkadang bulu kuduk saya juga sampai berdiri dan jantung saya berdebar sangat keras, but, so far so good, karena….

Mereka membuat saya merasa homy di rumah baru saya,  :>

tahukah anda?

Posted in sosial with tags , , , on September 15, 2008 by kristi

Obat sariawan 1

Ambil beberapa lembar daun sirih, bersihkan, remas-remas, masukkan dalam gelas, seduh dengan air panas diamkan sesaat sampai air menjadi hangat. Gunakan sebagai obat kumur, lakukan beberapa kali, sariawan anda akan sembuh.

Pelembut kulit tangan.

Gunakan bubuk kopi sebagai pelembut kulit telapak tangan yang kasar, caranya:

ambil 1 sendok bubuk kopi tubruk, campurkan dengan sedikit air hangat, gosok-gosokkan campuran kopi tersebut ketelapak tangan anda, lakukan secara rutin, dalam waktu 2 atau 3 minggu kulit telapak tangan anda akan menjadi halus.

Sumber:Nirmala.

Obat sariawan 2

Saya biasa mengobati sariawan saya dengan menaruh sedikit garam di atas sariawan saya, cepat sembuhnya tapi…. siap-siap aja nahan pedihnya.

Cara merebus telur.

Bila anda akan merebus telur,tambahkan sedikit garam kedalam panci, agar telur  tidak pecah.

Minuman kopi yang menyegarkan.

Masukkan sepotong jahe segar yang telah di pipihkan kedalam cangkir berisi kopi anda, seduh dengan air panas, minuman anda kan terasa lebih nikmat. (bisa untuk kopi tubruk ataupun 3in1).

Cara menyiapkan jahenya:

Bakar terlebih dahulu jahenya, kemudian kerik kulitnya dengan pisau, pipihkan, dan jahe siap digunakan.

Selamat mencoba!!