Sejak kurang lebih tiga minggu setelah Leychi di kandang, dia minumnya kami siapin mangkok berisi air, tapi karena sering-sering ke sepak-sepak terus airnya tumpah, jadi kami memutuskan untuk membeli rolled bottle yang portable, awal-awalnya ya ngajarin Leichy, kalau mau minum diarahkan ke botolnya terus di contohin.
Setelah usianya bertambah, botolnya makin cepat kosong, sehari bisa tiga kali ngisi, jadi kami berencana untuk membeli botol yang lebih besar. Jadi waktu ke pet shop saya nanya botol minum yang besar ada? bapak penjualnya nanya untuk apa? saya jawab kelinci, terus dia ngambilin botol yang sizenya sama dengan botol leychi yang sudah dia pakai, terus saya bilang ada yang lebih besar? dia bilang loh, ini sudah cukup! Kelinci nggak boleh banyak minum! Kata anak saya, lo kan makannya pelet, jadi kan dia minumnya juga jadi banyak kan? Iya !, kata bapaknya, tapi segini (sambil nunjuk yang kecil) sudah cukup !. Terus anak saya bilang Ahh, si om nggak tau Leychi sih!!, terus bapaknya nampak agak sebel sama kita, pikirnya kita sok tau, dikasih tau nggak percaya.
Terus waktu beli pelet, ditawarin yang buatan Bandung, Oh ya, mau!. Lagian harganya nggak terlalu mahal,
dicampur sama sawi ya , kata omnya. Jadi kami pulang membawa pelet dan botol minum yang baru dan besar untuk Leychi.
Sambil ngasih minumnya anak saya ngomel-ngomel, katanya: duh Leych !, si omnya tadi itu kok nggak percaya sih kalau kamu minumnya banyak, dianya sih . . , belum tau kamu,… yaaa ….., sambil dielus-elus, Leychinya ya cuek aja sambil minum.
Waktu dikasih pelet, duh mati-matian dia nggak mau sampai saya paksa, nggak dikasi makan yang lain hanya pelet yang buatan Bandung itu, wah Leychi milih nggak makan daripada makan pelet yang itu. Biasanya dia makan pelet yang CP, buatan luar, mahal, tapi gimana ya….
Waktu saya coba cium bau peletnya ternyata bau wortel, rupanya bahan dasarnya antara lain wortel.
Dia memang Leychi, bukan kelinci, karena dia memang nggak suka wortel.
O M G !!
