Archive for October, 2008

ini leychi, bukan kelinci. . . ,

Posted in happy life with tags , on October 31, 2008 by kristi

Sejak kurang lebih tiga minggu setelah Leychi di kandang, dia minumnya kami siapin mangkok berisi air, tapi karena sering-sering ke sepak-sepak terus airnya tumpah, jadi kami memutuskan untuk membeli rolled bottle yang portable, awal-awalnya ya ngajarin Leichy, kalau mau minum diarahkan ke botolnya terus di contohin.

Setelah usianya bertambah, botolnya makin cepat kosong, sehari bisa tiga kali ngisi, jadi kami berencana untuk membeli botol yang lebih besar. Jadi waktu ke pet shop saya nanya botol minum yang besar ada? bapak penjualnya nanya untuk apa? saya jawab kelinci, terus dia ngambilin botol yang sizenya sama dengan botol leychi yang sudah dia pakai, terus saya bilang ada yang lebih besar? dia bilang loh, ini sudah cukup! Kelinci nggak boleh banyak minum! Kata anak saya, lo kan makannya pelet, jadi kan dia minumnya juga jadi banyak kan? Iya !, kata bapaknya, tapi segini (sambil nunjuk yang kecil) sudah cukup !. Terus anak saya bilang Ahh, si om nggak tau Leychi sih!!, terus bapaknya nampak agak sebel sama kita, pikirnya kita sok tau, dikasih tau nggak percaya.

Terus waktu beli pelet, ditawarin yang buatan Bandung, Oh ya, mau!. Lagian harganya nggak terlalu mahal,

dicampur sama sawi ya , kata omnya. Jadi kami pulang membawa pelet dan botol minum yang baru dan besar untuk Leychi.

Sambil ngasih minumnya anak saya ngomel-ngomel, katanya: duh Leych !, si omnya tadi itu kok nggak percaya sih kalau kamu minumnya banyak, dianya sih . .  , belum tau kamu,… yaaa ….., sambil dielus-elus, Leychinya ya cuek aja sambil minum.

Waktu dikasih pelet, duh mati-matian dia nggak mau sampai saya paksa, nggak dikasi makan yang lain hanya pelet yang buatan Bandung itu, wah Leychi milih nggak makan daripada makan pelet yang itu. Biasanya dia makan pelet yang CP, buatan luar, mahal, tapi gimana ya….

Waktu saya coba cium bau peletnya ternyata bau wortel, rupanya bahan dasarnya antara lain wortel.

Dia memang Leychi, bukan kelinci, karena dia memang nggak suka wortel.

O M G !!water-bottle-100ml

nakal !!,

Posted in happy life with tags , on October 29, 2008 by kristi

Rata-rata yang namanya anak-anak pasti ada nakalnya, mau anak laki-laki, mau anak perempuan pasti ada saat-saat dimana mereka nampak dan memang nakal.

Kenakalan anak-anak itu ada yang memang nakal anak-anak, ada yang sudah menjurus ke nakal tricky, ada yang nakal bandel, macam-macamlah.

Ada anak yang kalau dibilangin orang tuanya nggak mau denger, mungkin ini juga masuk kategori nakal, ada yang suka jail, ini juga nakal, ada yang iseng, nakal juga, ada yang suka nipu orang tuanya, suka nyolong, walaupun mungkin cuman permen di warung atau uang receh orang tuanya, tapi itu juga nakal namanya. Ada lagi yang suka bolos sekolah, terus dicap gurunya anak nakal.

Ada yang nakal kreatif, maksudnya anaknya terlalu kreatif sampai kadang-kadang membahayakan dirinya sendiri atau orang lain ,

Saya suka ngliat anak-anak dikampung saya yang menurut saya juga nakal, misalnya, gayut-gayutan di pohon yang tumbuhnya menjorok keselokan (di kampung saya selokannya lebarnya kurang lebih 2.5 meteran gitu). Kalau jatuh terus dia nggak bisa berenang kan kacau jadinya.

Ada yang suka iseng mukul-mukul pager rumah saya, ada yang mencet-mencet bel rumah terus lari (sekarang belnya udah di copot, dari pada strezz).

Tapi ada kejadian seru , loooong time ago, yang menyangkut anak saya, ni termasuk nakal, atau kreatif, saya sendiri nggak jelas, yang pasti membuat kepanikan.

Waktu anak-anak saya masih usia Sekolah dasar, mereka suka main bersama, lha iya, wong beli mainan memang untuk berdua. Anak saya yang perempuan punya mainan dakon, pake biji kacang merah, pas mereka main berdua, ( ini menurut keterangan adiknya setelah saya paksa cerita) : anak saya yang laki-laki memperagakan sulap ala dia, masukin biji kacang merah ke hidungnya terus dikeluarkan sambil  buang napas keras-keras, bijinya lompat keluar, dia memperagakannya berulang-kali, sampai satu saat bijinya nggak mau keluar lagi, terus dia bilang ke adiknya, ‘jangan bilang mama !!!, tapi ya namanya mama, tukang tau-tau, ya mesti aja saya menyadari, ada yang nggak beres sama  anak saya, soalnya kok hidungnya di gosok-gosok terus, dan agak beringus, jadi saya tanya hidungmu kenapa? dia sih ngakunya nggak kenapa-napa, tapi pas saya lihat pakai lampu senter ada sesuatu di situ, dia masih nggak ngaku aja, jadi termasuk nakal atau enggak?

Saya bawa dia ke Dokter keluarga, terus dia lihat juga pake lampu senter dan Pak Dokternya bilang’ wah ini ada UIO, apa tuh dok, kata saya, dia jawab Unidentify Inside Object, terus dia pake peralatannya di ini-itu, akhirnya keluarlah sang biji kacang merah , yang sudah sekian hari parkir di lubang hidung anak saya.

Tapi sejak saat itu anak laki-laki saya nggak nakal lagi :)

ke malioboro,

Posted in sosial with tags , , on October 25, 2008 by kristi

Dulu waktu saya masih ngontrak kamar di Gondomanan, hampir tiap sore, setelah pulang dari ngawasin tukang di Pogung, saya jalan-jalan ke Malioboro. Brangkatnya naik andong Rp.1000 (waktu itu), pulangnya jalan kaki. Jaraknya sih nggak jauh, tapi saya menikmati naik andongnya, silir, sambil tengok-tengok. Saya sering juga nggak beli apa-apa, wong yang saya butuhkan dan nikmati naik andongnya, jadi nggak beli apa-apa nggak papa, yang penting jalan-jalan naik andong ke Malioboro, sebenernya ketempat lain bisa, tapi waktu itu saya belum hapal kota Jogja, takut nggak bisa pulang.

Saya rasa semua udah pada tau, sepanjang jalan Malioboro tuh ada apa, ya, hanya pedagang kaki-lima! Jualannya macam-macam, kebanyakan batik, asesoris dan barang seni, kalau di dalam toko-toko yang sepanjang Malioboro ada yang jual baju-baju, batik-batik, toko besi, toko sepeda, apotik, toko benang, cafe, jual sepatu, sandal, koper-tas, oleh-oleh khas Jogja, dan lain-lain, ibarat kata, mau cari apa aja, di Malioboro ada. Pedagang di Malioboro juga dari berbagai suku, bukan Jawa (Jogja) aja, ada Sunda, Padang, Dayak, Madura, Batak dan lain-lain.

Semua juga tau kan seni menawar ketika berbelanja di Malioboro, semua pada bilang, tawar dulu separuhnya pasti dikasihkan.

Sepanjang pengalaman saya beli barang di kaki-lima Malioboro ya rata-rata mereka nawarin barangnya mahal, tapi selalu boleh ditawar, sering-sering mereka pelajari dulu orangnya, kalau keiknya bukan pribumi atau local people (Jogja) turunnya dikit, kalau bisa bahasa daerah mereka, turunnya bisa agak banyak.

Kalau pas ‘long week-end’ ramainya minta ampun, jalan sampai berdesak-desakan, bagi kami yang orang Jogja biasanya jarang yang jalan-jalan ke Malioboro pas hari-hari libur, karena toch bisa hari lain kan?

Satu hal yang saya sadari, kalau beli-beli di Malioboro, kalau hari Selasa, Rabu atau Kamis , pasti lebih murah dari pada hari-hari lainnya, apalagi kalau kita pas sebagai pembeli pertama, dapetnya harga bisa jauh dibawah separuh, lumayan kan?  :P

belajar mata angin,

Posted in Percaya diri with tags , on October 24, 2008 by kristi

Gara-gara komentar Mr.R di postingan saya yang terakhir, saya jadi ingat satu cerita pengalaman pribadi yang ceritanya seperti ini:

Selama di Surabaya yang saya tau arah jalan ya belok kiri dan belok kanan. Waktu saya jalan-jalan ke Jogja (sebelum pindah ke Jogja) beberapakali saya nemuin orang yang menjelaskan arah jalan dengan arah yang mengacu pada mata angin, saya sih nggak terlalu perhatiin, karena saya nggak berkepentingan. Tapi , saat saya mulai tinggal di jogja, saya jadi sadar, ternyata kebiasaan di Jogja ya nyebutin arah mata angin untuk menunjukkan arah jalan, kalau saya tanya suatu tempat terus jawabnya’ Ibu ke Utara dikit, ada bang jo, ke Barat, masuk kurang lebih 200 meter terus . . .  .’ , langsung aja saya cut, maaf Pak, pake kiri kanan aja, saya nggak ngerti Utara Selatan, kadang orangnya tertawa sambil memandang penuh maklum, tapi kadang ada juga yang tetep pake Utara Selatan.

Tujuh bulan pertama saya tinggal di Jogja kendaraan dinas saya sepeda onthel yang model mountain bike, kalau saya bersepeda, kemana aja saya selalu pake kostum lengkap, jarak rumah kontrakan saya dan lokasi tempat bakal rumah baru saya di Jogja kurang lebih 8 Km, setiap hari selama kurang lebih 7 bulan itu saya pulang-pergi karena harus ngawasin tukangnya.

Sekalinya saya merasa tersesat, terus saya buka map (yang selalu saya kantongin saat-saat itu), ternyata saya memang tersesat dan melenceng lumayan jauh dari sasaran lokasi saya, nanya orang jawabannya Utara Selatan, saya nggak mudheng, akhirnya ya nekad aja, nyari-nyari jalan sendiri, alhasil sampai di tempat kontrakan molor 3 jam dari waktu biasa.

Saya juga pernah pas lagi kesasar lagi, terus sepeda saya ketepikan ambil map, sambil tengok kiri tengok kanan, tau-tau di sebelah saya sudah ada Bapak-bapak sambil nanya, ‘Where are going mister ?’ (orang sering menyebut mister setiap lihat bule entah laki, entah perempuan), saya jawab aja : “badhe wangsul Pak”

Sampai di satu waktu saya sadar sendiri, kalau saya nggak belajar menentukan lokasi dengan acuan arah mata angin saya nanti bisa repot sendiri, Naaa, karena secara kota Jogja yang nggak besar itu, yang namanya puncak gunung Merapi itu seolah-olah nampak dari segala penjuru dan lokasinya di sebelah Utara, jadi saya buat patokan aja, dimana saya melihat puncak gunung Merapi, berarti itu Utara, jadi selamatlah saya dari kesulitan yang ada, sekarang saya sudah hapal jalan-jalan dan tempat-tempat di Jogja, nggak usah lihat puncak gunung Merapi saya tau mana Utara, mana Selatan mana Timur dan mana Barat.

rest in peace,

Posted in happy life with tags , on October 22, 2008 by kristi

Di cerita saya yang lalu sudah saya singgung tentang pohon cemara jepang (yang daunnya sejajar-sejajar dan besar-besar) yang tumbuh di halaman depan rumah kami tingginya sudah lewat dari atap rumah kami.

Beberapa hari lalu, saat hujan bakalan turun, angin menderu-deru, langit gelap, saya pas lagi di luar, di halaman, terus pohon cemara saya yang tuinggi itu bergoyang-goyang ditiup angin yang keras, saya jadi was-was kalau pohon cemara saya yang tuinggi itu roboh dan menimpa rumah tetangga, secara tinggal di kampung, jadi jarak rumah saya dan tetangga depan rumah itu deket, saya bahkan bisa ngobrol dari teras atas rumah saya dengan tetangga saya yang lagi di terasnya.

Jadi saya memutuskan (setelah menimbang-nimbang) untuk meminta tolong sesorang untuk menebang pohon cemara saya yang tuinggi itu.

Kemarin tetangga saya yang bersedia membantu saya datang untuk menebang pohon saya  itu, saat dia nanya, di pendekin atau diabisin Bu ?, saya nggak bisa jawab, mau di pendekin aja nanti persoalan yang sama suatu hari kelak akan tiba, mau diabisin kok sayang banget, waktu saya tanam bersamaan dengan saat saya menempati rumah saya, waktu itu usianya setahun, terus kalau bulan Desember saya gantungin hiasan-hiasan natal warna-warni. . . . , jadi gimana ya?

Akhirnya saya putusin ya udah di abisin aja, nanti saya nanam pohon lagi, entah pohon apa.

Tetangga dan orang-orang yang lewat depan rumah saya semua pada nyempetin berhenti untuk melihat, ada yang mengernyitkan alis, ada yang terbengong-bengong, ada yang berkomentar ada yang cuman lihat sepintas.

Tetangga saya yang lain malah menyayangkan waktu (timing) saya menebang pohonnya, kok nggak nunggu bulan Desember aja Bu, nanti saya minta untuk pohon natal, katanya. Tapi gimana lagi batang kayunya sudah tergeletak dengan pasrah ditanah, yang tersisa hanya bonggol akarnya, bapak yang membantu saya berusaha dengan sangat susah payah untuk mencabut bonggol akarnya tapi ternyata akarnya menghujam sangat dalam kebumi,  jadi akar-akar menyampingnya aja yang di potong terus bonggolnya dibiarin.

Kata Aam, anak yang kost di tempat saya, aduh Bu, sayang banget, itu kan udah jadi trade mark rumah ini, temen saya kalau mau kesini, saya bilang cari rumah yang ada cemaranya, pasti nyampe kok. Karena yang punya cemara seperti itu cuman saya. Terus anak saya menambahi komentar Aam, iya, aku selalu ngomong, cari rumah yang ada cemara alien-nya , satu-satunya, lho kok ? Soalnya cemaranya tumbuhnya bengkok kekiri terus lurus, terus bengkok ke kanan, terus lurus lagi.

Ya udah, Rest In Peace ya pohon ya  . . . . . , semoga kayu-kayumu bermanfaat untuk orang lain.

what the world needs now,

Posted in grateful with tags on October 16, 2008 by kristi

what the world needs now

is love sweet love

it’s the only thing

that is just to little love

what the world needs now

is love sweet love

no not just for some

but for everyone

Lord we don’t need another montain

there are montains and hillsides enough to climb

there are oceans and rivers enough to cross

enough to less till the end of time

what the world needs now

is love sweet love

it’s the onlything

thats is just to little love

what the world needs now

is love sweet love

no not just for some

o but just for every…., everyone

Lord we don’t need another meadow

there are meadows and cornfields enough to grow

there are sunbeam and moonbeam enough to shine.o listen Lord

if you want to know

what the world needs now

is love sweet love

it’s  the only thing

that is just to little love

what the world needs now

is love sweet love

no not just for some

o but just for every…., everyone

sung by :stacey kent

my lovely honey bunny leychi (lagi!),

Posted in happy life with tags , , on October 14, 2008 by kristi

Leychi udah tambah besar, umurnya udah mau empat bulan, udah sering dapat titipan salam dari yang tau leychi, panjangnya kalau lagi molor bisa sampai enam-puluh centi meter, kalau nggak lagi molor ya kurang lebih tiga-puluh-lima centi meter. Tambah lincah larinya tambah gesit, bisa lompat sambil muter 180 derajat, sambil kakinya diangkat, lucu sii. . . .  Tapi juga tambah nakal, kepala batu, kalau dipanggil suka pura-pura nggak denger, ntar kalau kami cu-ek dianya datang sambil nyundul-nyundul. Nah ! saat-saat belakangan ini cuaca di Jogja khususnya nggak menentu, kalau siang puanasss banget, la iya, wong bulan-bulan Oktober dan Nopember ini diperkirakan matahari berada tepat diatas pulau Jawa, lha kalau pas di tengah kan jatuhnya pas di Jogja to?, mendung tapi nggak turun hujan, kemarin langit gelap gulita, angin kencang menderu-deru sampai mati lampu segala, EH! malahan nggak jadi ujan, kalau malam juga masih terasa panas buanget, mungkin sisa udara waktu siang hari, jadi leychi kalau siang suka saya keluarin dari kandangnya, biar tidur di lantai sambil ngadem, karena cuaca belakangan yang suangat puanas, dia suka ngungsi tidur di kamar mandi. Na. .  lyichi ini punya spot tidur di bawah kursi di ruang tengah rumah kami, tidurnya lucu menghadap tembok, kalau abis saya marahin dia selalu lari ke spotnya, langsung selonjor, sambil menghadap tembok, kata anak saya, ‘ tuh liat si leychi dengan tembok ratapannya

‘ get the point ? :D

ni waktu masih 1 bulan lebih umurnya

ni waktu masih 1 bulan lebih umurnya, wah lihatnya harus miring-miring ya kepalanya

otak beku,

Posted in sosial with tags , , on October 14, 2008 by kristi

Seperti yang sudah saya ceritakan di awal blog saya, saya bisa naik motor ya baru belakangan ini aja.

Setiap pagi (mostly) saya mengantar anak saya ke tempat bekerjanya, ya nggak terlalu jauh sih , paling-paling cuman butuh waktu pulang-pergi sekitar 20 minuts.

Awalnya, anak saya itu naik sepeda, tapi karena pekerjaannya membuat energynya menguap dengan cepat, saya menawarkan diri untuk jadi tukang ojeknya, anak saya sebetulnya sangat merasa nggak nyaman, tapi setelah saya meyakinkan dirinya bahwa saya okay-okay aja, akhirnya dia mau juga.

Yang heboh malah teman-teman kerjanya, mereka bilang, aduh miss, kok masih diantar mamanya ? anak saya sih cuman senyum-senyum aja, sama juga dengan tetangga saya yang berkomentar ‘ wah sudah besar kok masih di antar ibunya? saya juga cuman senyum-senyum aja.

Pada suatu kesempatan kami sama-sama mempunyai kesempatan untuk memberikan penjelasan.

Saya jelaskan  kepada tetangga saya itu, bahwa saya nganterin anak saya bukan karena apa, tapi motornya kan cuman satu, jadi ya saya yang nganterin dia ke tempat kerjanya terus, nanti kalau saya butuh pergi kesesuatu tempat saya ada kaki.

Lain lagi penjelasan anak saya kepada teman-temannya, kata anak saya ‘ kalian nyadar nggak sih kondisi lalu-lintas di Jogja tuh seperti apa? aku kalau di suruh bawa motor di jalan raya di Jogja ya sory aja, bukannya apa, tapi sayang nyawaku,  belum lagi makan atinya, wah bisa stress!, makanya aku memutuskan nggak akan belajar naik motor’.

Ya anda bayangkan saja, semua pengendara (apa aja) nggak ada yang mau ngalah, pada saling makai aturannya sendiri-sendiri, nggak mau memberi kesempatan kepada yang secara aturan lalu-lintas memang harus didahulukan, saya sendiri pertama sebel juga, kok sepertinya yang blo’on saya, tapi lama-lama ya kebal juga walau  saya  tetep aja memakai aturan lalu-lintas. Misalnya salah satu contoh, kalau saya memberi kesempatan kepada kendaraan lain yang akan memintas, dari belakang pada klakson-klakson terus dari sisi kiri saya melesat motor yang melaju, jadi bisa dibayangkan apa yang bakal terjadi kan? Berkendaraan di Jogja memang rentan sress, ini serious !!

Tadi pagi tetangga saya yang lain nanya, ‘kok anaknya nggak mau naik motor sendiri?, saya jawab aja, oh anak saya masih membutuhkan otaknya untuk bekerja di tempat kerjanya, Maksudnya ?, ya , kalau nyetir di Jogja ini kan harus pakai otak beku, saking nggak ada aturannya, Tetangga saya cuman manggut-manggut sambil nampak berpikir keras.

rissoto, nasi liwet italy

Posted in resep-resep with tags , on October 13, 2008 by kristi

Minggu lalu saya ketemu teman lama, (teman anak saya tepatnya, yang menjadi teman saya juga), lalu kami ngobrol-ngobrol ngalor-ngidul sampai ke soal makanan, dan masakan, terus temen saya tanya, tante punya resep rissoto? saya bilang ‘o ada, itu kan makanan dari nasi; dia bilang iya, aduh enak banget, kalau ada aku minta resepnya dong, Ok, kata saya.

Menurut tata-cara rissoto, ada banyak macamnya, yang creamy, yang berlemak, yang komplit-plit sampai  panjang nulis resepnya.

Naa, ni resep, saya ambilkan yang paling sederhana dalam cara bahan dan pembuatannya, karena kalau nurut cara italy, wah over budget!

Bahan:

2 sm mentega

1 bh brambang bombay, cincang kasar

2 cup beras, pilih jenis beras yang butirnya panjang-panjang

5 cup kaldu (bisa air yang sudah diberi aroma kaldu)

garam, merica, basil, thyme, oregano

keju parmesan parut

Cara :

lelehkan mentega, masukkan bombaynya, tambahkan berasnya, aduk rata, masukkan kaldunya dan bumbu-bumbu yang lain.

Aduk rata, kecilkan api masak sampai tanak.

Setelah matang, matikan api, masukkan kejunya aduk rata.

Hidangkan dengan ayam, udang atau jamur yang di masak sauted, taburi rajangan parsley diatasnya.

dedicated to rosna, have a happy coocking time !

nasi kuning abadi,

Posted in happy life with tags , , on October 10, 2008 by kristi

Waktu saya kecil, saya suka lihat anak tetangga saya yang diasuh pengasuhnya, entah memang pengasuh anak atau pembantu rumah tangga yang mengasuh anak.

Namanya juga anak, kalu main kesana-kemari pasti ya mbentur sana-sini, terus anaknya nangis, suaranya keras banget, namanya juga anak-anak, terus sama yang ngasuh di-cup-cup supaya berhenti nangisnya, terus mungkin untuk membuat anak asuhnya agak merasa senang, terus pengasuhnya bilang ke anak asuhnya sambil mukul-mukul mejanya ‘Uh ! nakal, nakal, mejanya nakal ya ! ‘  terus si anak juga ikut-ikutan mukul sambil ngomon ‘ kal-kal !, maksudnya nakal, terus tertawa-tawa. nah bebaslah sang pengasuh dari panggilan majikannya untuk mengkonfirmasi penyebab anaknya menangis, sama juga perlakuannya kalau anaknya misalnya lagi jalan terus terantuk batu atau tembok lalu jatuh, ntar temboknya yang disalahin,

Setelah saya usia sekolah menengah pertama saya belajar (di mata pelajaran apa ya , kok saya lupa) bahwa dalam kebudayaan animisme dikenal  budaya yang menganggap benda mati mempunyai roh, atau semacamnya lah.

Setelah saya berkeluarga dan mempunyai 2 orang anak, kelakuan anak saya juga sama, lari sana-sini sampai jatuh, mbentur ini-itu sampai benjol, terus anak saya nangis keras banget, tapi saya nggak nyalahin meja atau temboknya, wong itu benda-benda mati, ya paling saya gosok-gosok lutut atau keningnya sambil ditiup-tiup, terus ngomong ‘ makanya nggak usah lari-lari to !!!’

Biasanya kalau sudah berapa hari berturut-turut anak saya itu jatuh melulu atau mbentur-mbentur, terus kakeknya yang ‘jawa’ ngomong, ‘ wah musti bikin nasi kuning nih’ , terus saya masak nasi kuning berjama’ah, artinya lengkap dengan ubo-rampenya, semua senang karena semua ikut menikmati nasi kuningnya.

Kebiasaan itu terus berlanjut sampai anak-anak saya sudah besar,  sekalipun ayah saya sudah almarhum, mungkin itu salah satu peninggalan ajarannya yang baik, menurut kami.

Jadi kalau anak-anak saya  ketiban sial terus, mereka terus ngomong : wah, ma, keiknya sudah saatnya bikin nasi kuning nih “.

Setelah sampai usia dewasa ke depan, mereka jadi jarang bahkan nggak pernah jatuh atau nabrak-nabrak, tapi tetep pingin nasi kuning, terus anak saya yang perempuan bilang ‘ ma aku sudah lupa lo rasanya nasi kuning keik apa’ ya udah saya bikin aja nasi kuning.

a  tribute to my dad,