Ini baru berita hebat, nggak tau dosa apa yang melekat dipara warga tempat saya tinggal, di pogung, kok dari bulan Oktober kemarin sampai bulan Nopember ini sekitar RT saya tu kok mati lampu (maksudnya pasokan aliran listrik dari PLN) aja.
Yang paling sering dari jam sembilan pagi, sampai jam empat sore, minim seminggu sekali, tapi sudah tiga mingguan ini HAMPIR tiap hari, dan sebelnya tanpa pemberi-tahuan terlebih dahulu.
Saya sering dengan rela menelpon ke layanan PLN di daerah tempat tinggal saya untuk laporan, dan memang di benerin sih, cuman herannya kok sering mati-mati lagi.
Pernah jam tujuh malam, tau-tau mati, ‘mak pet’ langsung ada suara koor yang terdengar “Waaaaaaa……”, karena ditempat tinggal saya banyak rumah kos-kos-an, jadi isinya ya mayoritas mahasiswa. Nanti kalau nyala suara koor yang terdengar “Naaaaaaaa !”, lucu sih, keik anak kecil. Kami semua rata-rata ya nrimo aja, mo protes yang gimana? (males urusan sama pegawai negeri sipil)
Tapi dua minggu terakhir ini yang parah, pernah mati selama 12 (baca: dua belas) jam, dari jam sembilan malam tit, sampai jam sembilan pagi tit keesokannya, sampai kami curiga apa ini disengaja, kok bisa persis jamnya. Saya ya tetep lapor dan jawabannya juga sama, di tunggu bu ini petugasnya sedang bersiap untuk meluncur kesana. Ini rasanya sudah di titik didih emosi saya, kalau selama ini saya cuman laporan aja, ya sudah lah, nrimo aja, semua pasrah! tetangga saya sampai nggak punya air untuk mandi karena pompanya nggak bisa nyala, walau kami (dalam hal ini terutama saya) merasa nggak adil, karena saya lihat di sebelah timur lokasi RT saya listriknya nggak padam, jadi nggak merata.
Setelah mati dua belas jam saya merasa, untuk memperbaiki sebuah kerusakan yang terparahpun, pasti sudah tercover, kan waktunya dua belas jam !
Ternyata eh ternyata, keesokan harinya tepat jam tujuh malam mati lagi, yang terdengar koor sumpah serapah dari kiri-kanan-muka-belakang rumah saya, wah saya langsung darah-tinggi, ini udah kebangetan, langsung saya telpon, saya bilang : gimana nih pak, Pogung kok mati lagi, jawabnya: iya sabar bu, ni petugasnya sudah meluncur kesana, saya jawab lagi, ya! tapi jangan seperti kemarin ya! kata pak nya : emang kemarin kenapa bu? Langsung saya semprot: DUA BELAS JAM PAK, DUA BELAS JAM, listriknya mati, kata paknya: oh ya ibu nggak laporan sih, langsung saya ceramahin, bahwa nggak mungkin nggak ada yang lapor, wong saya aja nelpon, langsung saya tutup telponnya dari pada saya nanti ’stroke ‘.
Dan kurang-lebih satu jam kemudian listriknya nyala lagi, langsung saya nelpon ke bapaknya, waktu saya bilang dari Pogung dia langsung jawab, petugasnya udah kesana bu, saya jawab, iya pak ni udah nyala, terima kasih ya pak !, kata anak saya, la iya la ma, masak pas mati di-omel-omel-in aja, pas nyala nggak ngomomg apa-apa. Dari nada suara bapak petugasnya yang nerima telpon saya terdengar nada suaranya senang, saya juga senang karena bapaknya senang, dan tetangga saya juga senang karena bisa nglanjutin nonton sinetron di TV