Archive for November, 2008

demam……,

Posted in sosial with tags , , , on November 29, 2008 by kristi

Ni banyak yang lagi pada demam blog dan facebook, kata suami saya, buat apa ?, nggak ada gunanya, iya sihhhhh, mungkin buat dia memang nggak ada gunanya, tapi buat orang lain mungkin ya ada gunanya, bahkan banyak, kalao nggak ada gunanya ngapain diciptakan blog dan facebook.

Ada teman saya di facebook yang saya kunjungi, ternyata  (menurut saya) memang sangat cocok untuk segala kegiatannya, ada seorang teman lain yang bisa menjalin kembali hubungannya dengan teman-teman semasa sekolah dulu, sampai daftarnya panjaaaaang banget.

Bagi saya memang mungkin sampai hari ini belum nampak, atao saya memang mungkin belum dapat menggunakan fasilitas di facebook secara maksimal, ya …., saya nggak buru-buru kok, toch nanti kalao saya merasa ternyata memang kurang manfaatnya kan tinggal di delete, nggak masalah.

Ini kan suatu kegiatan dalam sebuah wadah yang difasilitasi, mo pakai silahkan, mo nggak joint ya nggak ada yang kecewa kan?

Jadi ya secara ikut-ikutan aja  ya nggak ada salahnya, nantikan bosan-bosan sendiri, namanya juga nyari kegiatan dan kesibukan, sama juga kalou ada orang yang nyari kesibukannya sukanya utak-atik HP, utak-atik program-program untuk HP, ato nyari-nyari program di internet untuk HP, sama aja kan ????

peace !! :D

your guardian angel,

Posted in happy life with tags , , , , on November 27, 2008 by kristi

Di suku bangsa apa aja rasanya ada banyak cerita-cerita rakyat tentang malaikat pelindung entah dengan versi apa atau bagaimana. Sering juga waktu kita masih kanak-kanak acap kali di-cerita-in tentang malaikat-malaikat pelindung kita , yang menjaga kita waktu kita bepergian, waktu kita tidur, waktu kita terjaga, pada intinya malaikat tersebut ada di sisi kita terus.

Apakah pemahaman tersebut menjadi luntur seturut usia kita yang bertambah? Ada yang iya tapi banyak juga yang enggak, sampai usia dewasapun ada yang masih yakin bahwa mereka masih mempunyai Guardian Angel, atau malaikat pelindung.

Mungkin itu juga adalah saudara kembar kita waktu kita dilahirkan, atau yang disebut ‘ari-ari’ ?, ada yang percaya demikian, atau for some people itu menjadi semacam naluri atau second thought.

Kemarin anak perempuan saya ada ‘date’ sama murid dan orang-tuanya, sekedar bersosialisasi diluar jam sekolah, berhubung tempatnya dekat sama rumah kami, dia mau naik sepeda aja walupun saya menawarkan diri untuk mengantar, karena cuacanya juga kurang bersahabat, tapi dia menolak dengan sangat bermartabat, jadi ya  udah, lagian masak sih kok diantar-antar teruuusss sama ibunya (walaupun alasannya sudah pernah saya bahas di blog ini, beda postingan kan ?) . Waktu dia berangkat saya bilang : have a nice time, and be careful!

Kira-kira jam sepuluh malam dia pulang sambil tersenyum-senyum, saya tanya,  menyenangkan?, dia jawab: iya, tapi aku jatuh!, Hah ! dimana? tanya saya, dijalan jawabnya, terus dia cerita segala kronologi kejadiannya, bahwa saat pulang dan berpisah dengan keluarga tersebut, karena satu tangan sibuk melambai-lambai  dia nggak ngliat ada lubang (secara sepanjang jalan Kaliurang lagi di obrak-abrik habis-habisan, nggak tau nggali apa, yang pasti jalannya banyak bekas-bekas galian yang belum ditutup secara sempurna), jadi dia ngejungkel dan kedua lututnya membentur aspal, untungnya mobil dibelakang berjarak kurang lebih 10 meteran, tapi mobil yang dikendarai keluarga teman anak saya langsung berhenti, dan dengan tergopoh-gopoh ayahnya keluar sambil berkata: are you akay mis?, berulang-ulang dan sambil bilang aduh mis i’m so sorry, dst, dsb…., anak saya menegaskan kalau dia okay, bahkan merasa lucu dengan kejadian tersebut.

Saya yang mendengarkan ceritanya juga merasa lucu, dan kami tertawa terbahak-bahak, terus dia bilang, aduh aku merasa my guardian angel sudah memperingatin aku, supaya nggak usah angkat tangan tapi kok aku ya gak peka, kami tertawa-tawa terus karena sambil mbayangin waktu dia jatuh, terus saya bilang, pasti your guardian angel juga tertawa-tawa tadi, ‘ini anak di peringati kok ngeyel aja’, untungnya cuman lututnya yang memar, dan ada sedikit luka, dan sepedanya rada penyok dibagian depan.

to my daughter, lain kali lebih peka ya . . . , :)

in memoriam,

Posted in happy life with tags , , on November 24, 2008 by kristi

Kata orang, anjing adalah sahabat manusia, saya setuju, oleh sebab itu waktu saya pindah ke Jogja saya bela-bela-in bawa anjing saya dua ekor ikut pindah ke Jogja, tapi karena sesuatu hal, dengan peperangan batin yang panjang, pertimbangan yang nggak nemu batas tengahnya, serta pengorbanan yang amat besar, kami terpaksa menyerahkan kedua ekor anjing kami tersebut ke masing-masing dua orang teman yang memang juga sayang sama anjing. Untuk selanjutnya sepertinya nggak memungkinkan bagi kami untuk memelihara anjing di rumah, So…

Berbulan-bulan kemudian yang kami bicarakan ya tentang kedua ekor anjing kami tersebut,’ Rasta’ and ‘Nokie’, setelah berbulan kemudian kami memutuskan nggak nanya-nanya lagi, gimana kabarnya kedua anjing kami tersebut.

Setelah itu, kami mempunyai seekor kucing yang datang sendiri kerumah kami , waktu itu masih remaja, dan kami menamainya ‘Cepus’ ( e di lafalkan seperti dalam kata ebony), kucing nya manis, lucu dan cerdas, ngerti diajak ngomong, tapi unfortunetly cepus sakit, dan memutuskan untuk meninggalkan kami, kami sangat merasa kehilangan, tapi itu sudah pilihannya, sama seperti dia memilih untuk stay dengan kami selama hampir satu setengah tahun.

setahun kemudian anak perempuan saya membawa pulang seekor anak kucing, untuk dipelihara, saya sebenarnya nggak setuju, mengingat beberapa-kali kehilangan saya, tapi anak saya agak ‘merenggek-renggek’ sambil memohon, akhirnya saya setuju, setelah saya tanya kucingnya laki atau perempuan, yang kata anak saya, laki-laki, Eh ternyata oh ternyata, kucingnya perempuan, dari cerita bahwa setelah tau ternyata dia perempuan, ada kata waaaaaaa yang panjang keluar dari mulut saya,  jadilah namanya wawa.

Kucingnya juga lucu, pinter, manja, dan menuntut, dan sangat membuat kami tertawa karena kelucuan-kelucuannya dan tingkah-lakunya.

Setelah dua tahun pada suatu pagi saya menemukan dia tergeletak didepan tangga rumah, dengan kondisi yang sangat-sangat menyedihkan, saya panik, anak saya panik, kami berdua serasa ‘blank’ mau ngapain, yang untungnya akhirnya bisa berpikir dan memutuskan membawa ke dokter, jam 6 pagi, akhir cerita wawa tidak terselamatkan, kami sangat-sangat-sangat sedih banget, dan ada hujan air mata dirumah saya.

Sejujurnya sampai saat ini kami masih merindukan wawa, dan ada perasaan nggak terima atas bagaimana cara dia meninggal.

Waktu anak saya mengatakan apakah kami  akan punya pet lagi, saya bilang, Liek! (nama anak saya), saya nggak sanggup kalau harus kehilangan seperti ini lagi, jadilah dia bawa pulang leichy, yang nota bene nggak pernah keluar-keluar rumah. dan konyolnya kami sering memanggil leichy dengan nama wawa,

We mised you wawa :(

sebuah peringatan,

Posted in happy life with tags , , on November 24, 2008 by kristi

Secara sekarang lagi heboh masalah bloger-bloger yang menyalah-gunakan fungsi sebuah blog yang sebenarnya, saya ditelpon dari Surabaya, terus di nasihatin macam-macam, ya saya cuman senyum-senyum aja di Jogja, (walaupun yang nelpon nggak bisa ngliat saya) , wong blog saya itu isinya murni personal, yang ceritanya tentang kesehari-harian saya pribadi pada khususnya dan orang-orang disekitar saya pada umumnya.

Tapi mungkin juga kita harus lebih berhati-hati ya, kalau nulis atau mem-posting sebuah tulisan. Padahal dari WordPressnya kan udah ngasih peringatan, ya itu sih masalah masing-masing bloger, yang pasti secara sadar saya tidak akan menulis sesuatu yang sifatnya akan merugikan saya sendiri atau orang lain kan?

Tapi, repotnya juga, kadang-kadang kita sama sekali nggak punya ide atau bayangan mau nulis tentang apa, seperti saya misalnya, ada saat-saat dimana saya lebih konsentrasi ke urusan atau masalah saya pribadi, sampai nggak mikir mau nulis sesuatu, atau ladi mood mode off, atau ada pikiran yang masih bercokol di otak saya, sampai nggak sempet mikir yang lain, atau kadang-kadang saya begitu konsen untuk membuat karya-karya sulaman, sampai nggak mikir yang lain.

Ada juga saat dimana ada banyak peristiwa dan kejadian atau sebuah masalah yang terjadi, sampai bingung sendiri saya, ini yang mau dijadikan sebuah tulisan yang mana.

Kadang-kadang saya begitu ….( eee, lagunya diwarnet ndang-dut-an) mengendapkan perasaan-perasaan dan pikiran-pikiran saya sampai bener-bener kosong, dan saya menikmati kekosongan pikiran dan perasaan saya dengan mendengarkan lagu-lagu kesukaan saya , jazz.

Seluruh koleksi cd audio dan cd mp3 saya obrak-abrik, kalau sudah bosan sendiri saya membongkar koleksi keping-keping film saya, dan memutar film-film yang belum sempat saya tonton atau memutar ulang film-film kegemaran saya, seperti south park, salah satunya atau bra boys, atau persipolis, atau film-film kolosal. :D

rindu yang tak terpenuhi

Posted in sosial with tags , , on November 22, 2008 by kristi

Saya, sebagai orang yang ber-ke-warga-negara-an Indonesia, kelahiran Surabaya, dan sejak enam tahun lalu tinggal di Jogja, pasti nggak bisa melupakan kenangan-kenangan dari kota Surabaya, mulai kenangan masa kecil, yang masih nyantol di memori otak saya, masa remaja, masa dewasa, sampai masa menjelang manula, semua punya kenangan.

Saya juga mempunyai kenangan akan makanan-makanan dari kota Surabaya, yang saya doyan tentu saja, karena sebagai orang Surabaya, saya malah nggak doyan rujak cingur, kupang, semanggi, sate kerang dan soto jerohan sapi.

Sampai sekarang, jiwa saya tetep jiwa AREK SUROBOYO !!.

DI jogja saya nggak “terlalu” berani mencoba masakan-masakan yang dijual dengan memakai label “khas Surabaya ” , bukan kenapa-napa, tapi saya yakin kalau rasanya pasti nggak sama dengan yang ada di Surabaya, dan memang terbukti.

Saya pernah beli soto Lamongan, sate Madura, pecel Madiun, rawon Jawa-Timur dan lainnya, rasanya jauh dari “sama” dengan yang di Surabaya.

Dulu waktu awal-awal saya tinggal di Jogja, kalau saya pingin (kangen) makan sesuatu yang saya rindukan, saya akan langsung beli tiket KA, berangkat ke Surabaya. Di Surabaya saya melakukan wisata kuliner, makan mie ayam, makan rawon, makan pecel, makan soto, beli kue-kue di tempat langganan, makan sate ayam, minum es Kopyor, sayur asem, beli nasi bebek, dan lain-lainnya, waaaaahhhhhh, uenak banget, rasanya rindu saya terobati.

Kira-kira dua bulan yang lalu, ada seorang ibu dari Blitar, buka warung pecel, di RT tetangga, rasanya mendekati sama dengan pecel yang saya makan di Surabaya , Wah ! lumayan, saya bisa mengobati rasa rindu akan nasi pecel di Surabaya.

Sampai hari ini saya belum menemukan yang lain, mudah-mudahan akan lebih banyak lagi orang dari Jawa-Timur buka warung di Jogja, jadi saya nggak bingung nyari makan setiap hari. :(

ke warnet

Posted in happy life with tags , , , on November 20, 2008 by kristi

Setelah sekian tahun berlangganan internet model rumahan, pada suatu hari, (hari ini) modemnya rewel, jadi saya ngibrit ke warnet, di sekitar rumah saya banyak warnet, karena juga banyak kos-kos-an mahasiswa.

Waaaah, bukannya nyombong, tapi kagok banget, keybordnya ‘atos‘, lagu-lagunya nggak menunjang daya kreatifitas, secara saya dirumah kalau lagi nulis lagu-lagunya yang selera saya gitu!

Ac nya adem tapi hanya ke satu arah ( saya paling nggak tahan Ac) banyak suara background yang macam-macam, intinya, saya nggak nyaman, tapi karena harus koreksi postingan dan ngecek dan ‘mbales coment, ya saya tetep aja ‘ngenet’ di situ. yaaahhhh, paling tidak sampai ada modem baru atau modem yang lama diperbaiki. dan satu hal yang pasti ! nggak ada Leychi yang tau-tau lompat kepangkuan saya, sampai saya terkaget-kaget :D

Have a nice day……

sup kacang merah ala oma-oma

Posted in resep-resep with tags , , , on November 20, 2008 by kristi

lain rupa, lain rasalain rupa, lain rasa

Ini resep keluarga warisan ibu saya (Alm.) yang sering banget kami buat, bahkan membuat kangen seorang Romo di Jogja (sekarang sudah Alm.), jadi kalau beliau Alm. pingin makan sup kacang merah buatan saya beliau akan menelpon dari Jogja (waktu itu kami semua masih di Surabaya) mengatakan tanggal sekian akan datang ke rumah makan sup kacang merah dan macaroni schotel, YuuuK !

Di rumah-rumah teman keluarga Orang-tua kami kadang-kadang juga dihidangkan sup semacam ini, tampaknya yaiks, tapi rasanya yumi.

Bahan:

1 kg kacang merah kering, cuci bersih, buang biji kacangnya yang rusak, taruh di panci, tuang air sampai 3/4 penuh, tutup dengan lap serbet yangbersih, biarkan semalam.

300 gram tulang iga sapi, dan dagingnya sedikit,atau buntut sapi, atau (kalau kosher,  B2) , potongan jangan terlalau besar, cuci bersih.

2 batang wortel bersihkan dan cuci, potong-potong kurang lebih 3×2 cm

Bumbu:

bawang merah dirajang, goreng

Daun selderij, rajang halus

daun salam

garam

merica

pala

gula pasir dikit

Cara:

masak kacang merah langsung dengan air rendamannya, kalau ada berbuih, singkirkan buihnya , masak terus sampai kacang merah agak lunak, (kurang lebih 2 sampai 3 jam) masukkan dagingnya, rebus lagi sampai daging lunak, kalau airnya tinggal sedikit ditambah air matang atau panas, tambahkan bumbu-bumbunya, (jangan lupa di icipin!), kalau suka pakai bawang putih bisa ditambahkan 3 atau 4 siung yang sudah dirajang dan digoreng.

masukkan wortel dan daun selderij .

Masak sampai  kuah mengental,

Bisa dimakan dengan nasi putih atau roti.

Note:

Kalau supnya belum habis, simpan dan panaskan keesokan hari, lebih enak lagi rasanya

Selamat mencoba, dan selamat menikmati,

Have A Happy cooking Day !!

bersih-bersih……!!!,

Posted in happy life with tags , , , on November 19, 2008 by kristi

Setelah saya memutuskan untuk menyerah, karena kasus mati lampu berlanjut terus, bahkan tambah parah, karena mati dipagi hari juga iya (mati lampu juga), sampai sore, nyala lima belas menit terus mati lagi berjam-jam, terus nyala lagi jam tujuh malam, dan setelah saya cek ke tetangga lain RT ternyata cuman RT tempat saya tinggal aja yang mati. Saya juga udah nggak nelpon-nelpon lagi, percuma! abis-abisin pulsa aja, saya jadi mencari kesibukan lain yang bisa ngilangin perasaan sebel saya, gimana nggak sebel, ini udah nggak masuk akal!.
Jadi, saya bongkar-bongkar lemari pecah-belah saya, wah, ternyata isinya seribu satu macam, keiknya semua dimasukkan kelemari itu, mirip lemari ajaib saya, tapi ini barang-barangnya dari kategori yang beda.
Ada gelas-gelas mug hadiah kompliment dari aneka macam produsen, ada piring keramik ul-tah sebuah Bank, ada yang peringatan sekian tahun sebuah organisasi, ada mug ulang tahun, wadah-wadah plastik yang bisa di re-use untuk apa gitu, ada sebungkus strow yang kapanannya saya cari sampai nungging-nungging, (ternyata jatuh di rak yang paling bawah) , ada serbet-serbet yang belum dipakai, aneka macam dan bentuk gelas, botol-botol bekas wadah makanan, toples besar, kecil, sedang, sendok yang nggak ‘jangkep’ jumlahnya, sendoknya lima, garpunya enam, ada satu set cangkir kopi hadiah perkawinan saya duluuuu,(jaman segitu belum berani ngasih ang-pau), ada setengah atau paling tidak sepertiga bagian dari beberapa set cangkir teh, ada tekonya nggak ada cangkirnya, ada tempat gulanya tekonya nggak ada, ada cangkirnya nggak ada alas cangkirnya,yah campur-aduklah, ada dua cangkir dan alas cangkirnya sisa dari satu set cangkir teh milik alm. ibu saya, jadul banget, buatan salah satu negara di eropa Timur,yang penuh kenangan.
Saya kalau bersih-bersih lemari tuh, isinya saya kluarin dulu semua, terus lemarinya dilap bakai lap basah, terus pakai lap kering, terus barang-barangnya diseleksi satu-satu sambil dilap terus disusun lagi di lemari. Tapi….,
Lo kok …..?!, ternyata isinya tetep sama, nggak ada yang di buang, niatnya mau ngurangin isi lemari malahan nggak berkurang nih jadinya.
Terpaksa saya seleksi ulang, alhasil ada beberapa mug yang ‘out’ sebagian besar di relokasi ke tempat (lemari) lain. Cangkir dan alasnya dua pasang, tetep saya simpan entah sampai kapan, yang pasti lemari saya tampak tertata rapi dan bersih, emosi saya tersalurkan dengan baik dan hati saya senang, karena saya sudah mengerjakan salah satu ‘PR’ saya yang tertunda-tunda. :D

nrimo, pasrah atau nyerah siiih..?,

Posted in sosial with tags , , on November 18, 2008 by kristi

Ini baru berita hebat, nggak tau dosa apa yang melekat dipara warga tempat saya tinggal, di pogung, kok dari bulan Oktober kemarin sampai bulan Nopember ini sekitar RT saya tu kok mati lampu (maksudnya pasokan aliran listrik dari PLN) aja.

Yang paling sering dari jam sembilan pagi, sampai jam empat sore, minim seminggu sekali, tapi sudah tiga mingguan ini HAMPIR tiap hari, dan sebelnya tanpa pemberi-tahuan  terlebih dahulu.

Saya sering dengan rela menelpon ke layanan PLN di daerah tempat tinggal saya untuk laporan, dan memang di benerin sih, cuman herannya kok sering mati-mati lagi.

Pernah jam tujuh malam, tau-tau mati, ‘mak pet’ langsung ada suara koor yang terdengar “Waaaaaaa……”, karena ditempat tinggal saya banyak rumah kos-kos-an, jadi isinya ya mayoritas mahasiswa. Nanti kalau nyala suara koor yang terdengar “Naaaaaaaa !”, lucu sih, keik anak kecil. Kami semua rata-rata ya nrimo aja, mo protes yang gimana? (males urusan sama pegawai negeri sipil)

Tapi dua minggu terakhir ini yang parah,  pernah mati selama 12 (baca: dua belas) jam, dari jam sembilan malam tit, sampai jam sembilan pagi tit keesokannya, sampai kami curiga apa ini disengaja, kok bisa persis jamnya. Saya ya tetep lapor dan jawabannya juga sama, di tunggu bu ini petugasnya sedang bersiap untuk meluncur kesana. Ini rasanya sudah di titik didih emosi saya, kalau selama ini saya cuman laporan aja, ya sudah lah, nrimo aja, semua pasrah!  tetangga saya sampai nggak punya air untuk mandi karena pompanya nggak bisa nyala, walau kami (dalam hal ini terutama saya) merasa nggak adil, karena saya lihat di sebelah timur lokasi RT saya listriknya nggak padam, jadi nggak merata.

Setelah mati dua belas jam saya merasa, untuk memperbaiki sebuah kerusakan yang terparahpun, pasti sudah tercover, kan waktunya dua belas jam !

Ternyata eh ternyata, keesokan harinya tepat jam tujuh malam mati lagi, yang terdengar koor sumpah serapah dari kiri-kanan-muka-belakang rumah saya, wah saya langsung darah-tinggi, ini udah kebangetan, langsung saya telpon, saya bilang : gimana nih pak, Pogung kok mati lagi, jawabnya: iya sabar bu, ni petugasnya sudah meluncur kesana, saya jawab lagi, ya! tapi jangan seperti kemarin ya! kata pak nya : emang kemarin kenapa bu? Langsung saya semprot: DUA BELAS JAM PAK, DUA BELAS JAM, listriknya mati, kata paknya: oh ya ibu nggak laporan sih, langsung saya ceramahin, bahwa nggak mungkin nggak ada yang lapor, wong saya aja nelpon, langsung saya tutup telponnya dari pada saya nanti ’stroke ‘.

Dan kurang-lebih satu jam kemudian listriknya nyala lagi, langsung saya nelpon ke bapaknya, waktu saya bilang dari Pogung dia langsung jawab, petugasnya udah kesana bu, saya jawab, iya pak ni udah nyala, terima kasih ya pak !, kata anak saya, la iya la ma, masak pas mati di-omel-omel-in aja, pas nyala nggak ngomomg apa-apa. Dari nada suara bapak petugasnya yang nerima telpon saya terdengar nada suaranya senang, saya juga senang karena bapaknya senang, dan tetangga saya juga senang karena bisa  nglanjutin nonton sinetron  di TV :)

anak emas ??,

Posted in happy life with tags , , on November 17, 2008 by kristi

Waktu saya masih sekolah di Sekolah Menengah dulu, di Surabaya , saya ‘merasa’ diuntungkan oleh tampang saya yang ke-londo-londo-an , (bule), karena saya bersekolah di Sekolah yang dimanage oleh para Suster yang juga masih banyak bulenya atau setengah bule atau ke-bule-bule-an, ya tentu saja ! kebanyakan para Suster itu kan belajar di negara Belanda, tapi ada juga yang dari Germany.

Sejak Taman kanak-kanak yang saya jalani selama 3′5 ( baca: tiga setengah !!! ) tahun, Sekolah dasar, Sekolah Menengah Pertama dan sekolah Menengah (dahulu) Atas saya bersekolah di Sekolah yang sama, sebuah Sekolah Katolik, di jalan Raya Darmo.

Jadi ya nggak salah kan kalau waktu saya di kelas menengah pertama, saya udah bosan di Sekolah itu, tapi mau pindah ya tentu saja nggak boleh sama orang-tua, ya udah dibetah-betahin aja. Mungkin saya termasuk anak yang nggak terlalu alim, karena kalau temen saya ngajak bolos saya ya mau aja, pernah suatu hari satu kelas sepakat untuk ‘bolos’ sebetulnya saya nggak mau ikut, tapi dari pada sendirian bengong di sekolahan, lebih baik ikutan aja.

Keesokan harinya saya dipanggil ke ruang Kepala Sekolah (pada saat itu kepala Sekolahnya seorang Suster, orang Indo-Belanda), saya disuruh duduk aja di kursi depan mejanya. Setelah kurang lebih satu jam saya disuruh kembali kekelas, teman-teman saya pada nanya saya dari mana, saya jawab aja dari ruang Kep-Sek, terus mereka pada protes,:kok enak kamu, kita di jemur tahu!. Yaaa, mana saya tau?

Terus waktu daftar ulang saya nggak kasih tau Orang Tua, sampai pihak sekolah menelpon ke rumah, nanyain mau daftar kapan? apa perlu disusul? wah saya jadi nggak enak tapi agak merasa bangga :D

Ketika kakak perempuan saya di Sekolah Menengah Atas kelas satu, di sekolah yang sama, memutuskan untuk pindah sekolah ke Sekolah Negeri, dia langsung aja pindah, ngurusnya blakangan, saya langsung dipanggil Kep-Sek, katanya: kamu juga mau pindah seperti kakakmu itu? sambil mukanya marah, langsung saya jawab : nggak Suster, enggak !!!, padahal gara-gara peristiwa itu saya sempat mendapat ide untuk mengikuti jejak kakak saya.

Wah mana saya berani, baru lihat tampangnya aja udah ‘ngeper’, jadilah saya sekolah di Sekolah itu sampai tamat sekolah menengah Atas, :(