Archive for January, 2009

where goes all the ideas ???,

Posted in Percaya diri with tags , , on January 31, 2009 by kristi

Sudah empat hari ini saya hanya duduk saja di sofa di rumah, ngga ngapa-ngapain, coba bayangkan, saya ngga ngapa-ngapain?, Cuman bongkar-bongkar cd lagu-lagu saya, mindah-mindah chanel televisi, gonta-ganti keping cd lagu-lagu dan keping dvd di player, semua sudah dapet giliran, malah ada yang dua putaran!. Setelah kelelahan sendiri, saya cuman bengong aja, buku-buku sudah selesai dibaca, belum ada buku yang baru.

Saya sendiri sampai bertanya-tanya sama diri saya, what’s wrong with my brain?, with my body? with my heart, with my feelings? Saya mencoba berpikir keras, sangat keras bahkan, apa yang nyantol di benak saya, ngga ada sama sekali!! Wah ini malapetaka!!

Saya merenung-renung, perasaan saya seperti membeku, sepertinya ngga mau menerima apapun yang terbersit di benak saya, saya lagi bad mood, sementara ini saya ngga mau ngisi otak saya dengan apapun, secara ngga sadar.

Sampai kapan perasaan ku ini akan berganti?  Emang, sometimes is rains in paradise :(

1185215805pab0ai

leychi jadi galak,

Posted in happy life with tags , , on January 26, 2009 by kristi

Ni cerita tentang Leychi lagi, secara ngga sengaja kami (saya dan suami) bertemu dengan salah satu teman lama di Surabaya yang sekarang tinggal di Jogja, di kampung sebelah, dan membuka tempat usaha jual kelinci. Jadilah kami ngobrol panjang lebar ngalor ngidul sampai  dia ngajak ke lantai dua rumahnya dimana dia meletakkan kandang-kandang kelincinya yang banyak banget itu dan terus ngobrol tentang  cara-cara memelihara kelinci yang baik dan benar.

Waktu dia ngejelasin cara-cara ngasih makannya dansebagainya, saya dijelasin sama dia kalau kasih makan kelinci pakai pakan pelet, khususnya yang merek C.P kurang baik untuk kelincinya, kata dia kelinci akan hyperaktif, jadi ngga mau makan lainnya, (jadi kelincinya ng-adict), urinenya beraroma tajam, dan ‘kotorannya jadi banyak, terus kelincinya mudah menjadi over weight dan ndableg alias kepala batu!

Nah, itu semua yang dialami oleh my honey bunny Leychi. Waduh….., gimana nih?

Jadi mulai hari itu juga saya mengganti pakannya dengan daun-daunan, khususnya daun kacang dan sawi, peletnya saya ganti yang bukan merek C.P. Untuk daun kacangnya saya bisa beli di warung sayur deket rumah, pun kalau lagi ngga ada saya bisa beli di tempat teman kami tersebut. Waktu nyari pelet yang bukan merek C.P jadi agak susah, ternyata sekarang banyak yang jual merek itu, mungkin karena mudah (praktis) dan kelincinya  pasti doyan.

Ya udahlah, pokoknya Leychi ngga makan pelet C.P, itu intinya, saya juga ngasih dia biji bunga matahari (yang lokalan), dan kadang-kadang buah salak, karena ternyata Leychi suka salak.

Tapi……., Leychi,  sumpah!! ngga mau makan peletnya, jadi dia suka merasa lapar atau kelaparan, terus dia jadi galak, suka ‘nyatek’ atau ngigit walaupun kecil tapi itu sudah merupakan salah satu bentuk penyerangan. Saya dan anak perempuan saya tetep keukeuh ngga mau ngasih C.P, pokoknya makanannya yang ada daun-daunan, biji-bijian dan pelet non C.P, mau nggak mau, suka nggak suka!

Walaupun jadi galak tapi sekarang Leychi jadi lebih kalem, lebih ringan bobotnya ( hi hi hi…. mungkin karena dia sering kelaparan ya) , saya tetep berusaha dia mau makan peletnya :( buns

IBL tanpa Bhinneka Solo yang SOLO,

Posted in sosial with tags , , , on January 21, 2009 by kristi

Kompetisi IBL kali ini kurang greget untuk orang-orang pegiat basket di Jateng, khususnya di Solo. Gimana enggak!? Nama klub basket ” Bhinneka Solo” yang sudah kondang dan eksis sekian lama dalam dunia per-basket-an hengkang dari kota  Solo (home base) dikarenakan Pak Halim Sugiarto (sebagai pemilik klub) di”hukum” oleh Perbasi, dilarang menginjakkan kakinya di lapangan basket di Indonesia untuk kurun waktu tertentu. Berita ramai di surat kabar Surabaya yang juga berskala nasional.

Masalahnya: Pak Halim yang (lagi-lagi) doyan protes atas ke-tidakprofesional-an kerja wasit dalam   sebuah even pertandingan basket di Surabaya yang diadakan oleh salah  satu ‘ raja media’ di Jawa Timur  sebagai sponsor utama bekerja sama dengan salah satu  klub basket di Surabaya, CLS.

Bagi pegiat basket maupun penyinta atau pemerhati dunia per-basket-an di Indonesia, yang namanya Pak Halim Bhinneka protes sudah ngga aneh lagi, karena beliau memang selalu akan protes atas suatu ketidak beresan kerja wasit dalam suatu pertandingan. Rasa-rasanya sosok Pak Halim memang masih diperlukan, karena mungkin hanya beliau satu-satunya yang masih mau dan berani protes untuk  kinerja wasit yang ngga ‘bener’.

Sedangkan wasitnya kena sanksi atau tidak?, ya ngga ada yang tau, karena juga ngga pernah dimuat di media.

Memang aneh!, beliau protes untuk suatu ketidak beresan kinerja wasit, kok malahan beliau yang dihukum, yang menghukum Perbasi lagi, kalau issuenya mungkin udah basi ya?, tapi ini kan even olah raga yang mana ke-sportifitas-an harus dijunjung tinggi dan dijalankan sepenuhnya , konsekuensi dari protesnya Pak Halim, beliau di hukum, akibatnya ya klubnya dibubarin aja sama pemiliknya, toch beliau nggak boleh nginjek lapangan basket.

Lha ini salah siapa?

Wasit?,……

CLS,…….

Perbasi,…..

Sponsor utama, yang notabene ‘tajir abis’ dan pegang kendali?

atau…

salah Pak Halim, kok bikin klub basket di Indonesia, coba kalau beliau bikin klub basket di Amerika, paste deh! sehat!!

MENSANA IN CORPORE SANO

slamdunk4ou72

bebek kuning dan Paimo,

Posted in happy life with tags , , , on January 19, 2009 by kristi

Secara ngga lupa saya suka nonton Nanny 911 di metro TV, acaranya memberi saya wawasan dan juga jadi tau tingkah polah anak-anak ‘bule’ dan cara orang tua ‘bule’ memdidik anak-anaknya.

Kemarin (siaran ulangan) ceritanya tentang sebuah keluarga yang punya empat anak masih balita semua, dan kalu anak-anak mereka rewel saat mau tidur , ayahnya mengajak mereka (paling tidak salah satu dari anak-anaknya) pergi jalan-jalan naik mobil, sampai anaknya ketiduran, terus pulang dan anaknya dipindahkan ke tempat tidurnya.

Ini solusi, tapi ‘totaly wrong’.

Saya langsung ingat duluuuuuu, waktu anak laki-laki saya masih berumur satu tahun kurang, kalau ngga mau tidur-tidur,  saya juga suka ngajak jalan-jalan naik mobil sampai ketiduran. Untung saya ngga keterusan. Saat itu dia juga punya boneka bebek warnanya kuning, yang setiap saat dibawa-bawa, sampai saat tidurpun harus sambil meluk bebeknya, jadi saya lebih mengajaknya bermain sama bebek kuningnya sampai ketiduran. Pada suatu saat, bebek kuningnya itu jatuh pada saat kami pergi ke suatu tempat, jatuhnya mungkin saat pintu mobil dibuka. kami sadarnya saat mau tidur malam harinya, dicari-cari bebeknya ngga ada, waduh bencana nih! Tapi untungnya dengan segala akal, anak saya ngga lagi tergantung sama bebek kuningnya.

Lain lagi cerita tentang anak perempuan saya (jadi, adik anak laki-laki saya kan?) dia juga punya boneka kesayangan , bentuknya beruang warnanya coklat kuning, waktu ditanya sama kakak-kakak sepupunya,’ sapa nama bonekanya?’, anak saya menjawab ‘Paimo” jadilah boneka itu namanya Paimo.

Si Paimo ini malah lebih parah lagi, anak perempuan saya sampai umur empat tahun masih lengket terus  sama Paimo . Terus dia sukanya mengisap ibu-jarinya sambil megang paimo, biar sudah ketiduranpun, kalau ibu jarinya di lepas dia akan langsung terbangun lagi.

mail0001

Pada suatu hari di kebun halaman rumah dia main-main sama anjing kami, terus paimonya direbut sama anjingnya, terus di bawa lari. Anak saya ngejar dibantu kaka sepupunya , waktu ketangkep paimo langsung direbut lagi sambil dilempar menjauhi anjingnya, Paimo nyangkut di pohon flamboyan yang cukup tinggi, ngga ada yang bisa ngambil. Sayapun langsung dapet ide untuk njadiin momen tersebut untuk memisahkan Paimo dengan anak saya . Berhari-hari anak saya menangis tapi ya untunglah, akhirnya dia bisa lupa sama si Paimonya. Seturut waktu, akhirnya Paimo jatuh lagi ke tanah, waktu saya kasih ke anak saya dia ngga mau, soalnya tampangnya udah luecek banget, saya cuci bonekanya sampai bersih dan berakhir di lemari , berkumpul dengan boneka-boneka yang lain. :D

mail0002

ada pintu, ada jendela…,

Posted in Percaya diri with tags , , , on January 16, 2009 by kristi

serenity_home1

Kemarin sore Ingrid main kerumah, terus dia cerita kalau dia bilang ke salah seorang teman kami yang lain, bahwasanya pernikahan  adalah seperti  sebuah pintu, kalau kita di luar kita pengen masuk, kalau kita sudah di dalam kita pengen keluar.

Rasa-rasanya memang tepat juga perumpamaan itu, setiap pasangan muda yang akan memasuki jenjang pernikahan pasti punya rasa berdebar-debar, takut, panik bahkan!, bagaimana sebuah pernikahan itu. Jaman dulu para ibu selalu membekali anak perempuannya yang akan memasuki saat pernikahannya dengan ajaran-ajaran atau falsafah-falsafah kuno tentang sebuar pernikahan, artinya, tujuannya, akibatnya dan hasil-hasil dari sebuah pernikahan . walaupun ada banyak ajaran atau falsafah tentang pernikahan yang modern, tapi kalau yang ngomong para ibu kita, kedengarannya seperti kuno. Bahkan ada kursus pernikahan yang diberikan kepada para pasangan yang akan menikah, malah sebagai salah satu syarat untuk mendapatkan berkat.

Dalam sebuah pernikahan (menurut saya yang bukan seorang konseling) nggak mesti sesuai dengan ajaran-ajaran atau falsafah-falsafah tentang pernikahan, menurut saya juga tergantung dari personilnya dan situasi dan kondisinya kan. Mungkin juga kombinasi dari macam-macam ajaran , bisa juga sih!

Jadi memang kalau mau menikah ya harus disiapkan  mentalnya dulu nomer satu!, setelah itu baru yang lain-lainnya, misalnya acaranya bagaimana, pakai baju yang model apa, rancangan siapa?, misalnya . Atau menu makanannya apa, cateringnya siapa, yang diundang berapa dan seterusnya, dan sebagainya.

Tapi memang bener,  memasuki sebuah pernikahan seperti mau masuk sebuah pintu, yang setelah kita didalam kita pengen keluar mati-mati-an bahkan atau dengan penuh kepanikan, misalnya, tapi… kan ada jendela atau pintu yang lain, kalau pintu yang lain ngga bisa dibuka, atau jendelanya juga macet, DOBRAK aja kan….Get the point?

dedicated to my dearly Lieke, Ingrid and Rosna

aduhhhh,nakalnya….,

Posted in happy life with tags , on January 13, 2009 by kristi

mail00011

Saya yakin banyak Ibu yang pernah berada disituasi seperti gambar diatas ini kan. Kalau punya anak perempuan pasti pernah!, bahkan kadang anak laki-laki pun juga pernah melakukan hal seperti gambar di atas ini, namanya juga anak-anak, semua dicobain kan.

Duluuuuu, anak perempuan saya yang penampilannya tomboy itu pernah, waktu saya pergi, pulang-pulang make-up saya udah berantakan, diberantakin anak perempuan saya, terus tampangnya coreng-moreng, lipsticknya belepotan, bedaknya ngga keruan, saya sangat marah, karena lipstick saya jadi patah, saya ultimatum ‘ngga boleh lagi main-main make-upnya mama’. Bahkan kakaknya pun pernah main-main make-up saya, saya lebih marah lagi, wong kakaknya itu cowok, kan ya runyam. Tapi, setelah makin kesini, seturut waktu, saya jadi maklum, mungkin di mata anak-anak make-up itu sama aja dengan mainan-mainan  mereka yang lain.

Anak-anak selalu pengen tau, pengen nyoba macam-macam, nyoba-nyoba makai baju orang dewasa, makai sepatu orang dewasa, yang high-heels bahkan, jalannya sampai terseok-seok, terus pakai bawa tas segala, terus pura-pura jadi tante ’sapa’ gitu.

Kemarin waktu saya mudik ke Surabaya, saya liat lipstick keponakan saya patah dan belepotan, saya nanya, kenapa Lot?, katanya dimainin sama anak sobatnya, YAAA…… ! jadi ya sama aja kan mo generasi kebarapa aja , perilaku anak-anak yang selalu pengen tau, terus ngobrak-ngabrik alat-alat make-up ya pasti terulang, namanya juga anak-anak!

Kan makin banyak pengen tau makin pinterkan anaknya :)

kue kranjang,angpao dan bakcang,

Posted in happy life with tags , , , on January 12, 2009 by kristi

024204p1

GONG XI FAT CHAI….

Setiap masa-masa imlek tiba,  saya selalu teringat sama ayah saya Alm. yang sejak saya masih usia kelas Sekolah Dasar sering diajak ke kolega dan relasinya yang merayakan imlek.

Saya ngga pernah dapet ‘angpao‘ tapi saya ikut makan enak, kalao bahasa sininya ‘dahar eco’, menunya macam-macam tapi yang saya paling ingat ada ‘lontong cap go meh‘ nya dan yang menjadi salah satu menu favorit saya sampai saat ini.

‘Waktu itu’,  melihat meja makan yang besar terus ada banyak piring saji ditata di atas meja tersebut, rasanya mewah banget.  Keluarga yang kami kunjungi memang rata-rata adalah keluarga yang masih ‘totok’, di rumahnya selalu ada meja sembahyang untuk leluhur, yang banyak sesajinya, yang pasti ada apel dan jeruk, terus kuenya kue mangkok yang warnanya merah muda pucat. Dulu mau ngambil buah-buahan tersebut rasanya takut banget, kakak-kakak  saya suka nyuruh-nyuruh saya ngambil buah diatas meja sembahyang tersebut, untung saya ngga mau, wah bisa runyam dong.

Setelah agak besar, kurang lebih saya usia Sekolah Dasar kelas lima atau enam gitu, saya baru mengenal yang namanya kue kranjang, saya dulu suka salah ucap, kue ranjang, setelah tahun lalu saya nonton acara di televisi tentang cara membuat kue imlek tersebut, baru saya ngerti kenapa disebut kue kranjang, karena dulu buatnya pakai daun pisang yang dimasukkan kedalam keranjang-keranjang kecil, baru dijual. Kalau sekarang buatnya pakai plastik terus nyetaknya pakai kaleng bekas salah satu produk daging olahan.

Ayah saya Alm. selalu mengonsumsi kue ranjang tersebut dengan cara diiris-iris terus dicelupin kedalam telor yang telah dikocok lepas, terus digoreng, saya ngga doyan banget. Terus kakak perempuan saya mengajarkan cara mengonsumsi kue kranjang dengan cara lain, yaitu  dipotong-potong , dikukus, dituangin santal kental yang gurih, cara ini saya suka! :D

Kalau lontong cap go meh , sekarang  rasanya ngga usah nunggu imlek bisa kita peroleh di banyak rumah makan, tapi kalau kue imlek tetep aja harus nunggu imlek.

Di Jogja (kota tempat saya tinggal) ada sekeluarga yang kerjaannya sehari-hari  membuat ‘bakcang’ ayam dan bi!, dan kue mangkok yang coklat, tapi saat menjelang imlek sejak awal Januari-an mereka sudah menyetop pembuatan ‘bakcang’ dan kue mangkok, mereka hanya membuat kue kranjang. Hebat !

Sekarang ini kalau saya dapet kue imlek tersebut saya olah dengan cara seperti kakak perempuan saya ajarkan, istilah menurut saya ya dikolak.

akhirnya….,

Posted in happy life with tags , , on January 10, 2009 by kristi

Pagi pertama di rumah setelah empat hari di Surabaya.

Rumah “lumayan” rapi dan bersih, cuman saya mendapat laporan dari anak perempuan saya, betapa nakalnya Leychi, mungkin karena selama saya ngga di rumah, praktis sepanjang hari dia dikurung di dalam kandang , karena anak saya harus pergi kerja. Waktu saya sampai di rumah setelah lima jam lebih diatas kereta api yang ramai dan berisik, banyak anak kecil yang rewel ( %$#@((!/ ) , saya disambut sama my lovely honey bunny Leychi dan anak saya, Leychinya langsung aja ‘caper’.

Keesokan hari, jadi pagi ini, setelah segala rutinitas dijalani, saya nyiapin sarapan saya, secara saya di Surabaya beli sambelnya Bu Rudy, pengennya makan sesuatu yang pakai sambal. Yang ada di rumah cuman tempe dan beberapa papan petai (tepatnya seonggok petai, karena anak saya suka banget makan petai). Agak tergoda juga sih pengen nyoba makan petai yang diolah dengan cara digoreng aja.

Seumur-umur saya belum pernah secara sadar makan petai, apalagi yang disajikan hanya dengan digoreng saja. Agak ragu-ragu sih awalnya, tapi karena meng-konsumsi petai ada nilai tambahnya disamping nilai minusnya, yaitu aroma urine jadi tajem, saya lebih milih nilai plusnya yaitu baik untuk kesehatan, masalah aroma bisa diantisipasi dengan cara lain.

Satu papan petai saya keluarkan butir-butirnya, kulit arinya saya biarkan nempel, terus saya goreng. Berapa lama waktu yang dibutuhkan untuk menggoreng butir-butir petai tersebut saya ngga tau, wong saya nggak pernah nggoreng petai, ya saya kira-kira aja.

Setelah matang, nampaknya memang menggiurkan sih…! Jadilah saya pagi ini makan nasi hangat, plus tempe, petai dan sambel Bu Rudy ( yang menurut saya ngga sedahsyat dulu pedasnya, saya sama sekali ngga merasa kepedasan tuh!!). Rasa petainya ya… SO-SO lah..!, tapi keiknya saya ngga mau makan petai goreng sering-sering, saya ngga terlalu doyan, kecuali kalau kepepet, misalnya ‘lawuh’nya cuman petai goreng, ya apa boleh buat.

Masalah aroma , ya saya tunggu aja ntar malem……

:D