Archive for February, 2009

face book, (lagi)

Posted in sosial with tags , , , , on February 27, 2009 by kristi

Sementara ini saya jadi ngga kreatip di blog, gara-gara lagi seneng-senengnya “mesbuk”, bayangkan, saya bisa ketemu beberapa bekas tetangga saya yang sekarang tinggal di luar negeri , yang sudah puluhan tahun ngga ketemu, saya bisa ketemu teman lama yang juga sudah lebih dari lima belas tahun ngga ketemu, ngga ada kontak apa-apa bahkan, terus saya bisa ketemu juga dengan teman-teman yang baru, yang saya diminta meng“accept” “friend request” dari mereka, tapi saya juga merasa lucu kalau saya add friend dengan orang serumah, lucu banget, tapi ya namanya juga mainan baru, ya di mainin terus, nanti kalau sudah bosan ya brenti-brenti sendiri.

Di face book saya juga bisa join berbagai macam komunitas, bahkan yang berada di kota kesayangan saya “Suroboyo”, saya bisa ikut komunitas  alumni sekolah saya dulu, saya bisa kontak lagi dengan teman lama waktu sekolah dulu, saya bisa “ketemu” sama saudara-saudara yang berada di belahan benua nun jauh di sana, yang belum pernah saya lihat wajahnya, walaupun saya tahu itu saudara saya, wahhhh !!!!!, asik ya , saya juga bisa meng‘upload’apapun yang saya ingin bisa dilihat oleh orang lain, saling bertukar photo sama keluarga, wah bener-bener hebat ni face book

Saya juga bisa memperoleh beberapa info yang up to date, misalnya ada yang sedang berduka-cita atau berbahagia , atau info tentang suatu kegiatan di kota saya, asal rajin-rajin buka face book beritanya ya up to date terus, kalau buka face book jarang-jarang beritanya ya basi semua !Tapi saya juga pingin dapet ide yang banyak,  biar bisa banyak nulis di blog, tapi keiknya kok kurang se’meriah’ saat-saat dulu ya? ….. Hm….. harus cari ide-ide segar nih!!

Happy writing anyhow .040555

mending ngga ngomong atau……?,

Posted in sosial with tags , , , on February 22, 2009 by kristi

Entah mengapa, sekarang para pembawa berita di banyak stasiun televisi di Indonesia ini suka sekali menggunakan kata “amblas” untuk menggambarkan tentang suatu kondisi permukaan tanah yang luruh, ( yang ‘notabene’ adalah salah penggunaannya ), instead of  ‘ambles’. Saya suka geregetan dengernya, soalnya berkali-kali dan berulang-ulang.

Memang, kedua kata tersebut sama-sama berasal dari bahasa Jawa, yang “amblas” artinya hilang, lenyap, sedangkan “ambles” artinya ‘permukaan tanah yang’ luruh atau merosot, kedua kata tersebut artinya berbeda jauh kan?

Memang, perkembangan bahasa ‘Indonesia’ sangat cepat sehingga terkesan nampak ngawur, ada banyak kata baru yang difungsikan kedalam kosakata bahasa Indonesia, misalnya kata ’secara’,  suka atu tidak, kata tersebut menjadi populer penggunaannya, sampai-sampai di Face Book ada ajakan untuk memboikot penggunaan kata ’secara’ didalam berbahasa Indonesia yang baku. Mau join atau tidak ya hak asasi masing-masing :P

Saya ngga join, wong kata tersebut menurut saya ya nggak aneh kok! saya malahan join sebuah komunitas ‘dialek Suroboyoan’  di Face Book, lumayan buat tombo kangen sama kota tercinta Surabaya, secara di Jogja kalau ngomong pake dialek Suroboyoan dianggap kasar, jadi saya ya ngga pernah (jarang sekali) dengar ada orang yang berbicara dengan dialek Suroboyoan.

Kalau menurut saya pribadi, mau bicara pakai gaya apa, dialek apa, slank apa, logat apa atau apapun istilahnya ngga jadi masalah, yang penting penggunaannya tepat dan pada tempatnya, jadi kalau ada kalimat:

“Uangku amblas disikat maling” atau “waduh, jalan di kampung ‘Anu’ ambles karena hujan tiga hari tiga malam” misalnya, ya udah bener !! Coba bandingkan dengan kalimat:”  ruas jalan di sepanjang pantura amblas karena hujan deras yang mengguyur wilayah tersebut” , Lho amblas kenapa? di gondol maling? Jadi yang betul yang mana nih?

Ya kalau mau pakai bahasa daerah tertentu untuk skala nasional ya gunakan dengan benar sehingga pengertiannya ngga rancu, lucukan!! :D

good morning mbah bo!,

Posted in happy life on February 14, 2009 by kristi

Everything has its name, kata orang, tapi ada juga yang bilang, what is in a name?, memang, semua punya nama atau sebutan, tapi juga apalah arti sebuah nama.

Saya sendiri dalam keluarga punya nama a.k.a yang suka di sebut-sebut bahkan sebagai ejekan, duluuuuuu banget. Waktu itu saya ya marah, tapi ya biasa kan namanya sesama anak-anak :(

Kakak saya juga suka manggil keponakan-keponakannya pake nama yang aneh-aneh gitu. Misalnya dalam satu peristiwa :

Waktu keponakan saya (anak kakak saya) masih balita,  dia merayakan ulang tahunnya dengan mengundang teman-teman taman kanak-kanaknya, usia mereka ya sepantaran semua. Na! waktu pulang mamanya (kakak saya) bilang: ayo, anak-anak, pamit dulu sama ‘mbah Bo’ , nampaknya banyak anak-anak yang agak ragu-ragu dan agak takut-takut gitu, gimana enggak, yang namanya mbah bo itu , keponakannya  yang a.k.a anak laki-laki saya, (saat itu kakak saya suka memanggil anak laki-laki saya dengan sebutan mbah bo, entah mengapa! ), postur tubuhnya subur, brewokan walaupun masih muda, ada anak yang dengan suara agak gemetar bilang: mbah bo! mo pulang dulu, anak saya duduk di kursi sambil senyum-senyum dan ngangguk-ngangguk. Kami yang besar-besar sampai ketawa terbahak-bahak, abis mimik anak-anak tersebut lucu.

Terus, bayangkan kalau di dalam sebuah super market, tau tau ada yang manggil : nyoooooo!!!!!, terus yang datang anak laki-laki saya ghede itu sambil mukanya suebel terus ngomel-ngomel: ‘ihhhh!, apaan sih manggil-manggil aku keik gitu’  kebayang nggak sih? Yang manggil ya kakak perempuan saya itu , dan nama-nama itu sampai sekarang masih sering kami gunakan :D

nonton orang nonton,

Posted in sosial with tags , , , on February 8, 2009 by kristi

Di Jogja saat ini lagi ada keramaian sekaten, saya ngga membahas sekatennya, karena semua juga sudah pada tau, apa itu sekaten, yang menjadi ke-tertarik-an saya adalah pergeseran nilai sekatennya,

Sekaten sekarang ngga jauh beda dengan’  pasarmalam-pasarmalam’  lainnya di kota-kota lain. Ada draimolen, ada merry go round, ada tong setan, ada permainan anak-anak yang lain, misalnya ’sepur-sepuran’, kapalterbang-kapalterbang-an, go-kart, odong-odongnya mas tukul dan sebagainya. Orang-orang yang berjualan di sana juga jadi beragam, mulai jual sabuk-ikatpinggang, jual panci, jual piring-gelas, jual sepatu, jual sandal, jual baju-baju, jual tas, jual peralatan dapur, jual mainan anak-anak yang modern. jual makanan modern alias instant, bukan jajanan tradisional. Malahan yang jual topeng tradisional , yang bentuknya aneka kepala binatang dan tokoh-tokoh kartun mungkin ngga lebih dari dua orang, padahal dulu sekaten atau maulud-an identik dengan topeng-topengan yang dibuat dari kertas semen, terus dilukis wajah karakternya, dan jajanan atau panganan tradisionanyal. Acara kesenian daerah juga ngga ada, yang ada malah’ ndangndut-an’, terus pentas musik rock, aneh !!

Dulu di Surabaya, di jalan Genteng, sepanjang  jalan depan pasar, untuk periode yang lumayan agak lama dijadikan tempat tetap untuk merayakan ‘mauludan’, jualannya banyak makanan tradisional dan topeng-topeng itu tadi. Banyak orang yang berkunjung, padahal paling-paling ya cuman berjalan sepanjang jalan tersebut pulang-pergi, sudah!!

Saya suka berkunjung ketempat-tempat keramaian seperti pasar malam sekaten atau alun-alun, perlunya cuman nontonin orang-orang yang juga lagi nonton keramaiannya, perilakunya lucu-lucu dan unik, kalau boleh dibilang  seperti itu. Saya suka senyum-senyum sendiri melihat orang-orang tersebut. Atau, saya suka nonton ‘jaran kepang’ (kalau di Surabaya) plus reognya( atau ‘jathilan’ kalau di Jogja)  di alun-alun kota, tapi saya lebih memperhatikan penontonnya ketimbang ‘jaran kepang’nya  yang lagi nge-trance itu.

Sayang ya, nilai budaya dari sekaten itu sudah tergeser oleh modernisasi, menurut saya pribadi, daya tarik dari sekaten itu sendiri ya juga bergeser tentu saja, paling tidak untuk saya pribadi.

somethings happened………,

Posted in happy life with tags , , , , , on February 3, 2009 by kristi

our-beloved-wawasome funny, strange and happy things……,

Funny, because……

Di rumah, kami menggunakan sebuah lemari yang juga berfungsi sebagai meja, karena ukuran tinggi lemarinya paaaassssss banget sama tinggi badan penghuni rumah saya. Kami kalau mau bikin kopi, teh atau minuman lainnya atau segala kudapan yang bersifat untuk isi perut,  selalu di atas lemari itu, alhasil remah-remah atau tumpahan minuman suka bertebaran di atas lemari tersebut, saya sehari bisa belasan kali ngelap lemari yang juga berfungsi sebagai meja tersebut, tadi pagi saya baru menyadari kalau kelakuan saya yang suka ngelap-ngelap permukaan lemari a.k.a. meja tersebut persis keik tukang jual mie dan nasi goreng atau bakso atau tukang mie ayam tunggal rasa yang tersebar di seluruh Indonesia raya , yang setiap abis meracik sekian porsi, mejanya (spot tempat dia meracik jualannya) dilap, terus lapnya dikebut-kebutkan, untuk nanti digunakan lagi.

Funny was……..

Wawa our beloved cat masih ada, dia sukanya tidur di atas TV, mungkin karena hangat ya, sekali waktu dia tidur di atas TV lelap banget, sampai ada orang lalu-lalang dia tetep aja tidur, paling matanya yang sebelah buka seperempat aja, terus merem lagi, saya dan anak perempuan saya untuk satu keperluan ‘kebawah’ ngomong-ngomong sama anak yang kost di rumah, tau-tau denger suara “gedebuk !!, krompiang !!, kleng-kleneng!!, saya dan anak saya langsung lari ‘terbang’ keatas, anak tangga ditapak dua-dua, pemandangan di tengah ruangan tersebut : wawa lagi terhuyung-huyung sambil matanya merem-melek, terus di sebelahnya ada kaleng obat nyamuk menggelinding, rupanya dia terjatuh dari atas TV, terus nyenggol kaleng obat nyamuk.

It’s funny too, when……

Saya mau memosting tulisan di blog ini ‘gaya hidup’, saya membahas dengan anak saya tentang kata ‘freegan‘.

Waktu itu aliran listrik di rumah lagi padam, kami ngobrol di teras atas di belakang, saya ngomomg, freegan itu liek, ‘gaya hidup  yang ngobok-obok tempat sampah untuk nyari apa aja, misalnya di Amerika kalau satu set piring pecah satu……., pecah satu……., pecah satu……, “tinggal lima bu” tiba-tiba ada suara dari bawah, mana gelap lagi , rupanya Oki, salah satu anak kost ngejawab, padahal maksud  kalimat saya tuh lanjutannya ‘ dibuang semua’, kami sampai ketawa ngakak-ngakak .

Strange  when……

Ke carrefour, abis belanja di lantai satu mau ke lantai dua, tapi kami sudah terlanjur keluar, jadi kami ke counter deposit untuk nitipin tas blanjaan carrefour, Eh !! , disuruh bawa masuk, waktu saya jelasin kalau  ngga enak mau  ngliat barang kalau tangannya sibuk bawa barang blanjaan , malahan saya disodori selembar kertas tentang peraturan-peraturan carrefour, boro-boro baca, saya kan sudah tensi naik dong! Terus disuruh ke security, agar tasnya di segel, biar bisa di bawa masuk, saya jelasin lagi ke mas securitynya, ‘ aneh ya carrefour peraturannya ngga bisa dimengerti, kalau itu bukan tas berisi barang blanjaan carrefour yang lokasinya adalah di lantai bawah, ya saya bisa memaklumi, eh.., securitynya malah ketawa-ketawa, iya Bu.., gimana ya.., ini  memang seperti itu bla…..bla……bla… sambil masih tertawa-tawa, langsung aja saya bilang “jangan ketawa-ketawa Mas, ini ngga lucu !!, langsung bibirnya membentuk garis ‘ jam setengah sembilan kurang sepuluh’. :(

Strange was….

Wawa (lagi) our beloved cat, kalau lagi di atas sendirian dan kami lagi di bawah, terus salah satu HP kami berdering, dia manggil-manggil dari tangga, tapi dia paling marah kalau lihat salah satu dari kami lagi megang HP, langsung di dekatin sambil ngroeng-ngroeng, begitu selesai bicara HP kami letakkan di atas meja langsung di tampel pake tangannya eh, cakarnya.

Strange,  when i saw……..

Bapak-bapak Polisi yang lagi ngatur lalu-lintas dijalur yang saya lewati setiap pagi ( jarak yang saya tempuh memakan waktu kurang lebih 15  sampai 18 menit, dan ada 18 Polisi dan 4 security kampus , 2 traficlight, 10 persimpangan jalan) !!!!) akan beres-beres pulang (bubar tugas) kalau kemudian turun hujan  :(

happy is, when….

Selesai mandi, pakai baju bersih, crut,crut,crut….  sedikit parfum , duduk di sofa sambil ndengerin lagu-lagu jazz koleksi saya, dulu wawa akan datang melompat kepangkuan saya, sekarang Leychi yang datang melompat terus mepet-mepet ke kaki saya :)

Happy is, when…..

Melihat’ orang -orang’  yang saya sayangi merasa bahagia, atleast, they look happy :)