kenapa….?,

Mengapa Tuhan memberikan aku cobaan yang tak berkesudahan?, kata saya.

Apakah benar Tuhan memberi cobaan?, bukan tah apa yang diberikan Tuhan adalah berkah semata? Mangapa orang lalu selalu menganggap ‘itu’ sebagai suatu cobaan?

Apakah karena apa yang kita peroleh tidak seperti apa yang kita inginkan atau harapkan, kemudian kita mengclaim itu sebagai sebuah cobaan?

Misalnya, suatu bencana alam, apakah bencana alam bisa disebut sebagai sebuah cobaan dari Tuhan? Bukan tah bencana alam itu terjadi karena ulah manusia yang tidak menghargai alam sekitar?, coba saja! :

Bencana alam yang terjadi, bila di-urut-urut pasti karena terjadi kerusakan alam yang pasti juga karena ulah manusia?

Misalnya karena penebangan hutan yang semena-mena , atau penggalian pasir di kaki gunung yang berlebihan, atau lahan resapan yang di ubah fungsinya sehingga berakibat pada konstruksi dan struktur tanah itu sendiri.

Kenapa ada panas yang berlebihan? mengapa ada hujan terus menerus sehingga menyebabkan banjir di mana-mana, ini baru sebagian kecil dari banyak penyebab, dan itu semua karena ulah tangan manusia bukan? Masih banyak penyebab-penyebab lainnya yang satu dan lainnya saling berkait. Dan proses yang sudah berjalan berpuluh tahun itu baru nampak dan terasa akibatnya sekarang!

Bencana alam bukan karena tangan Tuhan, tapi karena tangan manusia, yang sudah saling iri, serakah, dan hanya mementingkan dirinya sendiri, dan kalau ada 0,000000sekian % dari penduduk bumi ini yang concern terhadap alam semesta beserta isi-isinya ngga akan berdampak, mereka juga akan tetap menjadi korban.

Global worming misalnya, akibat dari kerusakan alam semesta eksesnya kemana-mana .

Jadi apa yang harus diperbuat manusia untuk memperbaiki kerusakan alam semesta ini? Ya memperbaiki akhlak-budi-pekerti masing-masing dahulu, bagaimana…..?, Ya ! bagaimana?

Contoh kasus: Otomat tandon air di rumah saya macet (lagi), sebel ngga sih?, padahal sudah beli yang paling bagus, paling kuat, paling awet, kata penjualnya. Menurut saya kronologinya sebagai berikut (cie ileeee!!!)

Karena penyebab-penyebab kerusakan alam semesta yang saya sebut diatas (antara lain) akibat dari global worming, suhu udara menjadi sangat-sangat-sangat tinggi, panas yang sangat-sangat-sangat  menyengat menyebabkan pelampung otomat di dalam tandon mengalami penyusutan bobot karena menguap, sehingga switchnya ngga mau turun pada saat debet air berkurang, akibatnya:

Satu rumah ngga bisa mandi, untuk naik keatas tandon butuh tangga, saya minjem mulu malu dong! jadilah saya harus beli tangga (karena darurat, beli tangganya yang harus bisa dipakai saat itu juga) and harganya?……….????phiuh!!

Saya harus minta tolong anak kost untuk naik dan betulin pelampungnya, inipun butuh beberapa hari sendiri untuk menemukan kesalahannya dan memperbaikinya.

Belum lagi korban perasaan, jengkel, sebel, sedih dan sungkan karena harus berkali-kali minta tolong anak-anak  kost.

Saya jadi ngga bisa mengerjakan proyek-proyek sulaman saya  karena konsentrasi saya terganggu , terpecah ke masalah suplay air di rumah saya

Untungnya… Na ini yang positifnya.

Anak-anak yang kost di rumah saya cowok, coba kalau cewek , wah manyun aja kaleee!

Saya beli tangga (yang harganya…….!!) itu bisa bayar akhir bulan karena tokonya udah langganan.

Tapi yang parah dan lama sembuhnya ya mood saya yang jadi porak-poranda, sehingga  keluarlah kata-kata  seperti kalimat pembuka di atas tadi.

Saya ngga mikirin masalah global worming atau banjir, atau tanah longsor atau banjir lahar bukan karena ngga mau tapi karena ngga mampu!! What can i do? untuk skala pribadi ya okaylah, tapi kalau udah skala alam semesta, apa efeknya? ngga sebanding! So…!

Tuhan ampuni aku bila aku sempat menyangka bahwa segala persoalan yang menghadangku adalah cobaan dariMU, aku akan menganggap itu semua sebagai berkah, karena dibalik  segala kesusahan pasti ada segala kebahagian, AMEN.

Leave a Reply