Archive for May, 2009

overload,

Posted in omong kosong with tags , , , , on May 24, 2009 by kristi

Sudah lama ngga nulis di blog, bukan karena sibuk ‘mesbuk’an, tapi memang bener-bener sibuk.

Pertama, saya punya rencana bersama dengan beberapa teman atas timbulnya ide dari teman kami yang piawai dalam hal ide meng-ide, untuk sama-sama memamerkan karya(karya) sulam kami, jadi saya ngebut tiap hari nyulam maupun nge-crossstitching, yang mau di buat rasanya pinginnya banyak, tapi kalau ngukur-ngukur kemampuan kecepatan tangan dan mata kok rada mikir lagi, bisa ngga ya, walaupun pamerannya masih nanti bulan September tapi kan harus di mulai dari sekarang.

Kedua, sudah dua bulan ini kami (saya dan anak perempuan saya) di rumah disibukkan dengan kedatangan kucing milik orang yang tiap hari berkunjung, YA otomatis dong! kami ngasih makan !, dan ternyata eh ternyata, kucingnya hamil dan  semakin besar aja perutnya dan si my lovely honey bunny leychi jadi mau tau terus, otomatis! kedua mahluk berbulu itu mendapat pengawasan melekat dari saya, soalnya mereka jadi suka aneh-aneh, terutama si honey bunny itu.

Ketiga, saya sekarang juga mengisi hidup saya dengan join di group relawan FSG Tunas Bangsa, dan saya ngga mau mangkir kecuali untuk alasan yang mendesak.

Jadi kadang kalau tiba-tiba saya dapet ide untuk tulisan saya dan ngga langsung di tulis, idenya pergi kemanaaaaa gitu, seringnya malah ngga kembali , ya udah terpaksa blognya ngalah dulu deh

Tapi ya, mungkin dalam hidup ini kita mesti mengisi dengan banyak kegiatan ya, bukan cuman nuliiiiiis aja, ato mesbuuuuuuk aja, ato nyulaaaaaaaam aja, jadi ya gantian deh,

Ok see you , :D

play your role,

Posted in happy life with tags , , , on May 3, 2009 by kristi

Judul tulisan ini terinspirasi tema acaranya pak Teguh , karena saya sudah menulis kurang lebih sejak minggu yang lalu tapi belum dapet judul….,

Belakangan, beberapa kali, beberapa teman sering mengatakan atau mengingatkan saya yang intinya mereka salut sama saya, kagum dan inspiring theme karena (menurut mereka) saya , seperti yang mereka lihat, adalah sosok perempuan yang kuat, tegar, mandiri, percayadiri, walaupun saya sering juga melucu.

Saat salah satu teman saya (yang terahir barusan ketemu0 mengatakan hal tersebut, muka saya terasa panas. saya sangat merasa ngga PD dan ngga banget, karena menurut perasaan saya, saya hanyalah perempuan biasa, sangat biasa bahkan, yang sama seperti manusia-manusia (perempuan) yang lainnya, yang juga punya banyak persoalan , kadang bahkan saya sampai merasa ngga ingin hidup lebih lama lagi, mungkin dengan mati saya bisa lepas dari segala persoalan saya, tapi bukantah saya malahan ninggalin persoalan? Kadang saya juga merasa sangat sepi dan ’so empty’, tapi saya selalu mencoba untuk mengisi hari-hari saya dengan macam-macam hal, misalnya ndengerin lagu-lagu yang saya suka’i, kadang saya juga merasa jenuh dan merasa betapa saya mendapat perlakuan yang bukan main, bahkan cenderung ‘abusing’. Saya ademkan pikiran saya dengan hal-hal positif dan membuat saya berpikir bahwa saya baik-baik saja, saya cukup bahagia dan senang, dan mencoba untuk menikmati pekerjaan-pekerjaan yang nyaris menjadi ‘tugas’ yang sepertinya memang sudah layak dan sepantasnya saya kerjakan, padahal ngga ada hukumnya kalau saya harus melakukan pekerjaan-pekerjaan itu kan?

Apakah saya bersandiwara atau menjadi hipokrit? ya! mungkin! tapi bukantah hidup ini adalah panggung sandiwara dengan peran yang begitu banyak, kita tinggal memilih peran apa yang akan kita mainkan.

Kadang saya juga merasa seperti menjadi gila, tapi orang gila selalu bilang kalau dia ngga gila, jadi kalau saya bilang saya gila artinya saya waras kan? Saya belajar, paling tidak dengan cara saya sendiri bagaimana bertahan dalam hidup ini, bagaimana menyikapi hal-hal atau peristiwa, perasaan yang melanda, kadang pada saat saya mengalah saya seperti kehilangan hargadiri saya. Munafik?  saya rasa enggak ya, mungkin bijaksana adalah kata yang lebih pas.

Saya sering mendengar orang mengatakan ; ‘ya, berdamailah dengan dirimu sendiri’ atau nrimo? bahkan saking seringnya nrimo sampai jadi terbiasa, mungkin (menurut saya pribadi) pointnya bukan berdamai atau nrima, tapi bagaimana kita menyikapinya, dan teman-teman saya melihat saya dapat menyikapi persoalan-persoalan saya dengan cara yang baik.

to my dearly son……, i love you so much, even i can’t say it in front of you, but i know that you know!

So!, Be Happy!!

Ini bukan kursus atau pengajaran , just sharing!! :D

tempel sana, tempel sini, nempel dimana-mana,

Posted in happy life with tags , , , , on May 1, 2009 by kristi

Dulu (lagi), waktu saya belum punya rumah kost, kalau berkunjung ke rumah teman yang rumahnya itu di buat tempat kost, atau kerumah lain yang juga untuk rumah kost, saya suka baca kertas-kertas tempelan di pintu atau tembok yang berisi bermacam-macam tulisan, misalnya harap sandal di lepas, tamu cowok dilarang masuk, jam malam sampai jam 22.00 atau, minggu tenang ada ujian jangan berisik, mesin motor matikan, atau pintu tutup kembali, jaga kebersihan dan macam-macam yang lain. Watu itu saya merasa lucu dan agak aneh karena menurut saya yang di tulis itu adalah hal-hal yang secara logika  bisa dan biasa dilakukan tanpa harus ada peringatan, hal-hal yang sederhana.

Malahan ada di rumah seorang kawan yang ibunya menulisan berbagai peringatan dan perintah sehari-hari yang di tempel di seantero rumahnya, bahkan ada yang diselipin kata bijak dan kutipan-kutipan dari kitab suci. Saya sungguh merasa aneh dan lucu dan menjadi sangat konyol, ketika saya sendiri juga terpaksa harus berbuat hal yang sama (walaupun ngga se-ekstreem ibu kawan saya tadi) setelah saya punya rumah kost .

Ngomong atau berbicara langsung sekarang keiknya udah ngga mempan, apalagi kalau yang di ajak bicara anak muda, iya di mulut ngga iya di otak, kata anak saya, memang sekarang anak muda ya keik gitu, harus di bilangin ribuan kali ( haaaahhh?????)  :(

Untuk satu hal yang sama saya harus bicara berulang-ulang kali, sampai saya jengah sendiri, mau diam aja nanti ada kasus, jadi ya terpaksa membuat tulisan-tulisan yang saya tempel di pintu masuk rumah. Pada suatu saat, pas lagi ngumpul bareng saya bilang :’ ‘aduh, saya sungguh merasa ngga enak kalau harus nempel-nempel tulisan, keiknya kita asing satu sama lain, tapi ya saya lebih ngga enak lagi kalau harus negur atau ngingetin bolak-balik, ‘ Saya jadi sungkan’

“Oooh ngga papa bu, santai aja” jawaban yang saya terima itu malah membuat saya sebel, karena ya iya lah, mereka santai aja, wong kata-kata saya di cu’ekin aja………

Sampai-sampai di rumah saya ada istilah SP1 dan SP2, saya punya blocknote yang ada list warna merahnya yang saya gunakan untuk SP1 dan akan saya tulisin dengan tinta merah untuk SP2 dan kemudian saya tempelin di pintu kamar anak yang bersangkutan. (ini untuk hal-hal yang udah kebangeten) Rese???, mungkin!!, tapi saya yakin itu semua akan berguna untuk mereka kelak.

tadi iseng-iseng saya hitung-hitung, di pintu rumah kost saya ada  11(sebelas) tempelan kertas berisi tulisa saya, ya ampun!, saya jadi malu sendiri :P