play your role,
Judul tulisan ini terinspirasi tema acaranya pak Teguh , karena saya sudah menulis kurang lebih sejak minggu yang lalu tapi belum dapet judul….,
Belakangan, beberapa kali, beberapa teman sering mengatakan atau mengingatkan saya yang intinya mereka salut sama saya, kagum dan inspiring theme karena (menurut mereka) saya , seperti yang mereka lihat, adalah sosok perempuan yang kuat, tegar, mandiri, percayadiri, walaupun saya sering juga melucu.
Saat salah satu teman saya (yang terahir barusan ketemu0 mengatakan hal tersebut, muka saya terasa panas. saya sangat merasa ngga PD dan ngga banget, karena menurut perasaan saya, saya hanyalah perempuan biasa, sangat biasa bahkan, yang sama seperti manusia-manusia (perempuan) yang lainnya, yang juga punya banyak persoalan , kadang bahkan saya sampai merasa ngga ingin hidup lebih lama lagi, mungkin dengan mati saya bisa lepas dari segala persoalan saya, tapi bukantah saya malahan ninggalin persoalan? Kadang saya juga merasa sangat sepi dan ’so empty’, tapi saya selalu mencoba untuk mengisi hari-hari saya dengan macam-macam hal, misalnya ndengerin lagu-lagu yang saya suka’i, kadang saya juga merasa jenuh dan merasa betapa saya mendapat perlakuan yang bukan main, bahkan cenderung ‘abusing’. Saya ademkan pikiran saya dengan hal-hal positif dan membuat saya berpikir bahwa saya baik-baik saja, saya cukup bahagia dan senang, dan mencoba untuk menikmati pekerjaan-pekerjaan yang nyaris menjadi ‘tugas’ yang sepertinya memang sudah layak dan sepantasnya saya kerjakan, padahal ngga ada hukumnya kalau saya harus melakukan pekerjaan-pekerjaan itu kan?
Apakah saya bersandiwara atau menjadi hipokrit? ya! mungkin! tapi bukantah hidup ini adalah panggung sandiwara dengan peran yang begitu banyak, kita tinggal memilih peran apa yang akan kita mainkan.
Kadang saya juga merasa seperti menjadi gila, tapi orang gila selalu bilang kalau dia ngga gila, jadi kalau saya bilang saya gila artinya saya waras kan? Saya belajar, paling tidak dengan cara saya sendiri bagaimana bertahan dalam hidup ini, bagaimana menyikapi hal-hal atau peristiwa, perasaan yang melanda, kadang pada saat saya mengalah saya seperti kehilangan hargadiri saya. Munafik? saya rasa enggak ya, mungkin bijaksana adalah kata yang lebih pas.
Saya sering mendengar orang mengatakan ; ‘ya, berdamailah dengan dirimu sendiri’ atau nrimo? bahkan saking seringnya nrimo sampai jadi terbiasa, mungkin (menurut saya pribadi) pointnya bukan berdamai atau nrima, tapi bagaimana kita menyikapinya, dan teman-teman saya melihat saya dapat menyikapi persoalan-persoalan saya dengan cara yang baik.
to my dearly son……, i love you so much, even i can’t say it in front of you, but i know that you know!
So!, Be Happy!!
Ini bukan kursus atau pengajaran , just sharing!!