Pasti saya penah menulis di blog saya ini , betapa banyaknya kucing yang datang kerumah kami entah cuman mampir , stay ataupun live in.
Setelah ‘our beloved Wawa’ meninggal ada beberapa kucing yang datang, ada yang sedang hamil, terus datang lagi perutnya sudah kempis, terus dia pergi lagi dan datang lagi empat kali rit pulang-pergi dengan anak di moncongnya.
Kami (saya dan anak perempuan saya) langsung jatuh iba, sibuk membuatkan tempat dari kardus bekas untuk tidurnya, membuatkan susu untuk minum induknya.
Tapi saya sudah memutuskan tidak akan memelihara keluarga kucing itu, karena secara space dan biaya untuk makan ya akan terasa berat, rumah saya mungil (tapi home sweet home) ada Leychi lagi, yang tubuhnya sudah tambun, jadi saya sibuk mencari orang tua asuh, untung ada teman anak kost yang mau. Langsung satu paket, induk dan anak.
Kira-kira sebulan yang lalu, datang lagi seekor kucing hamil kerumah, meang-meong, kita juga sibak-sibuk membuat susu, membeli ikan untuk makannya, eh! dia terus ngilang. Dua minggu yang lalu dia muncul lagi dengan dua ekor anak kucing, yaaah, ceritanya berulang lagi, kami sibuk mencari kardus kosong dengan kain-kain bekas untuk penghangat, membeli susu untuk minumnya, dan ikan untuk makannya.
Sepertinya induk kucing dan kedua anaknya suka tinggal dirumah kami, lagian mereka kompak aja sama Leychi.
Anak-anak kucing itu wajahnya manis banget, induknya juga kelakuannya baik, menjaga anaknya, mendidiknya juga, tapi saya tetep nggak sanggup memelihara mereka, saya sampai nggak berani seing-sering nggendong mereka, takut saya keburu jatuh hati .
Saat ini kami sedang menunggu ada orang tua asuh yang mau memelihara mereka.