Archive for October, 2009

getting old, menjadi tua,

Posted in omong kosong, sosial with tags , , , , , , on October 13, 2009 by kristi

Getting old, atau menjadi tua,wah…, ngga kebayang !

Duluuu, kurang lebih dua-puluh tahun-an lalu, saya ngga pernah membayangkan bahwa sekarang, dua-puluh tahun kemudian saya akan seperti ini.

Memang, sepertinya kita (paling tidak bagi saya) ngga pernah bisa membayangkan masa tua kita nanti akan seperti apa, kecuali dengan rekayasa komputer!

Menjadi tua seperti air yang mengalir mengikuti arus kehidupan kita, dari detik ke detik, ke menit, ke jam, ke hari, ke minggu, ke bulan, ke tahun……. tau-tau sudah ada rambut uban di kepala kita.

Ada orang yang mengkhawatirkan bila dirinya menjadi tua, ada orang yang tidak pernah (sempat) berpikir akan menjadi tua, ada orang yang menjalani aja masa-masa hidupnya, tapi ada orang yang sangat memikirkan saat menjadi tua-nya, karena dia merasa dia belum berbuat apa-apa dalam hidupnya. Nah Lo !

Menjadi tua bukanlah  momok yang harus ditakuti, yang (kalau) bisa dihindari, yang bisa ditolak, ada orang yang memperlambat masa-masa menjadi tuanya dengan segala rekayasa operasi plastik (wajah), dengan segala macam alat kecantikan, ikut berbagai macam terapi, pencerahan, dan macam-macam lagi yang lain.

Menjadi tua, yang pasti, kita akan merasa (bertambah)  pendek, (katanya tulangnya menyusut), kulit kita akan menjadi kendor, menjadi sering pelupa, terutama hal-hal yang short memory, bukan kenangan masa muda, rambut beruban,  gigi mulai rontok, satu demi satu, rambut juga mulai menipis, membaca harus memakai kacamata berukuran, mulai mengomentari hal-hal yang ngga penting (karena sudah banyak waktu yang luang), para cucu (kalau ada) akan merasa kita merecokin mereka (wah, wah, wah), menantu (kalau ada) sebisa-bisanya menhindari untuk sering-sering ketemu atau merasa malas kalau diajak mengobrol.

Menjadi tua.., kita akan sering berbicara sendiri, walupun kita tidak gila, mulai sering merasa sendiri, malas makan atau porsi  makannya menjadi sedikit, pelupa, mulai sering masuk angin, sering mengulang-ulang topik pembicaraan (tapi ngga mau dibilang pikun)…….

Masih banyak tanda-tanda menjadi tua itu seperti apa, tapi, apatah itu penting ? (tidak bagi saya, mungkin), karena itu hal yang ngga bisa kita elakkan.

Karena itu, selagi kita masih mampu, isi hari-hari kita dengan banyak kegiatan yang positif, pasrah (baca: maklum) kalau para menantu atau para cucu tidak bisa sering-sering menemani, kan mereka juga punya kesibukan sendiri, tetap mencari kenalan baru (yang seusia lah yaaa), olah raga khusus untuk manula, jangan cepat merasa tidak mampu, otak dilatih terus dengan mendengarkan dan ikut menyanyikan lagu-lagu yang kita sukai, atau ngisi TTS (it’s so simple) selalu berpikiran yang positif, dan menerima kenyataan bahwa semua orang akan menjadi tua, makan makanan sehat dan berdoa.

Semoga kita dapat menjalani masa tua kita dengan nyaman, pasrah dan bahagia.

salam !,

:D , ini bukan sebuah pelajaran dari seorang pakar, ini hanya sekedar berbagi!

baby talk,

Posted in sosial with tags , , , , , , , , on October 12, 2009 by kristi

Pernah dengar ? kalimat yang terdiri dari kata-kata seperti ini?: aaaaaaaprfffffft, iiiiiiidadadada, afmmmmmm, bpabpabpabpaaa, aaaaaaa, cacacacaca, mamamamamaaa,

Lucu ya, tapi kita jadi ngga ngerti ni bahasa apa, yaaa, namanya juga yang ngomong baby, suka-suka dia mau ngomongnya gimana.

Baby talk atau bahasa bayi memang lucu kedengarannya, bahkan pas babynya ngocehpun juga lucu, dengan liurnya yang kemana-mana.

Ada juga orang dewasa yang suka bicara dengan cara  baby talk, entah dengan pasangannya atau dengan teman sebayanya, atau dengan anaknya yang notabene sudah bukan baby lagi.

Misalnya kasihan jadi kacian atau bahkan cacian, ikut jadi icut, sepatu jadi cepatu, masih banyak sekali contoh-contoh lain untuk kata-kata balita yang sering dipakai oleh orang dewasa.

Kadang memang bisa jadi lucu sih, tapi jadi ngga lucu ketika ada seorang suami yang selalu berbicara dengan cara baby talk gitu keisterinya , bahkan didepan teman-teman mereka, (maksudnya mau bermanja-manja dan biar nampak mesra dan lucu) sampai-sampai sang isteri minta cerai, dan bercerailah mereka.

Ada juga seorang anak yang selalu diajak berbicara babytalk sama ‘orang rumah’nya, padahal dia sudah bisa berbicara dengan baik dan jelas, sampai-sampai satu saat, sang anak mogok bicara, ‘orang rumah’ panik, dibawa kedokter ini kedokter itu, nggak ditemukan penyakit atau penyebabnya.

Ketika kemudian salah satu dokter menyarankan untuk membawanya ke seorang Psychiater, barulah terkuak  penyebabnya, karena sang anak ngga suka dan malu kalau diajak berbicara babytalk sama keluarganya, hingga teman-temannya jadi tahu juga.

Tapi pernahkah anda memperhatikan cara baby (up to 3 years old ) berbicara?  mereka hanya merekam cara orang dewasa berbicara kemudian mengikutinya , bagaimana anak seusia kurang dari 3 tahun bisa bilang segeeeer, setelah menenggak minuman?, dia hanya meniru cara orang dewasa.

Atau cara-cara berbicara a la sinetron? mereka bisa bicara tapi ngga tau artinya.

Anak balita di depan rumah saya lucu juga, kalau ditanya mau makan ngga?, jawabnya selalu dan pasti enggak, tapi kalau nanyanya makan ya? jawabnya iya!, atau kalau diajak pergi: ikut ngga? jawabnya juga ngga!!, tapi waktu nanyanya ikut yuk!, jawabnya YUUUUUUK.

Yuuuuuk, mareeee !!