it’s very easy to be happy and to make others happy too,

Posted in grateful with tags , , , , , on June 29, 2009 by kristi

Kemarin, hari Minggu, tanggal 28 Juni 2009, adalah hari atau kali pertama saya mengikuti aksi relawan Family Supporting Group Tunas Bangsa di RS dr Sarjito, Jogja.

Awalnya, dengan arahan dari team senior beberapa peserta baru, termasuk saya merasa belum percaya diri, alias nggak PD, soalnya salah satu team senior sudah memberikan gambaran-gambaran betapa kami nanti di sana akan begini, akan begitu, yang saat itu ditelinga saya terasa agak berat.

Saya bahkan sempat berpikir apakah saya bisa menghadapi pasien anak-anak yang notabene mereka adalah pasien-pasien dengan penyakit berat (rata-rata penyakit kanker darah, karena memang major target nya itu).

Kumpul jam 8.o0 yang molor sampai kurang lebih jam 8.30 dan setelah briefing singkat satu rekan dan saya masuk ke zaal anak, kami kebagian kamar pertama, begitu masuk saya agak merasa mendapat serangan otak beku, tapi otak saya langsung cair setelah dua tiga detik berikutnya.

Menghadapi anak-anak dengan kondisi seperti itu dan para orang tua yang mungkin juga merasa lelah secara lahir batin membuat saya bisa ber-empati dan merasa seperti bisa ikut merasakan penderitaan mereka.

Kami bernyanyi-nyanyi, menghias pouch dengan tinta pasta, terus nyanyi-nyanyi lagi, dengan diselingi pertanyaan yang umum, misalnya tinggal dimana, umur berapa atau hobbynya apa dan menanyakan dikota asal mereka (salah satunya Purwokerto) yang terkenal apa, waktu saya bilang : ooo aku tau aku tau, tempe mendoan!, Rafie (nama pasiennya) tertawa terpingkal-pingkal, ada rasa sejuk didada saya, Thanks God, ada  tawa di kamar tersebut.

Keringat kami berdua yang sudah menetes kemana-mana nggak kami rasakan, waktu rekan saya, Tier nanya , mau nyanyi apa lagi? Rafie langsung jawab, lagunya Mbah Surip! Aduh mati deh aku!, ya udah nyanyi aja sebisanya, yang penting mereka senang.

Tak terasa waktunya sudah 90 menit, saatnya kami berpamitan , mereka minta kami nyanyi sayonara bareng-bareng………….

Sampai ketemu Rafie, sampai ketemu Layli, sampai ketemu Wahyu…….

overload,

Posted in omong kosong with tags , , , , on May 24, 2009 by kristi

Sudah lama ngga nulis di blog, bukan karena sibuk ‘mesbuk’an, tapi memang bener-bener sibuk.

Pertama, saya punya rencana bersama dengan beberapa teman atas timbulnya ide dari teman kami yang piawai dalam hal ide meng-ide, untuk sama-sama memamerkan karya(karya) sulam kami, jadi saya ngebut tiap hari nyulam maupun nge-crossstitching, yang mau di buat rasanya pinginnya banyak, tapi kalau ngukur-ngukur kemampuan kecepatan tangan dan mata kok rada mikir lagi, bisa ngga ya, walaupun pamerannya masih nanti bulan September tapi kan harus di mulai dari sekarang.

Kedua, sudah dua bulan ini kami (saya dan anak perempuan saya) di rumah disibukkan dengan kedatangan kucing milik orang yang tiap hari berkunjung, YA otomatis dong! kami ngasih makan !, dan ternyata eh ternyata, kucingnya hamil dan  semakin besar aja perutnya dan si my lovely honey bunny leychi jadi mau tau terus, otomatis! kedua mahluk berbulu itu mendapat pengawasan melekat dari saya, soalnya mereka jadi suka aneh-aneh, terutama si honey bunny itu.

Ketiga, saya sekarang juga mengisi hidup saya dengan join di group relawan FSG Tunas Bangsa, dan saya ngga mau mangkir kecuali untuk alasan yang mendesak.

Jadi kadang kalau tiba-tiba saya dapet ide untuk tulisan saya dan ngga langsung di tulis, idenya pergi kemanaaaaa gitu, seringnya malah ngga kembali , ya udah terpaksa blognya ngalah dulu deh

Tapi ya, mungkin dalam hidup ini kita mesti mengisi dengan banyak kegiatan ya, bukan cuman nuliiiiiis aja, ato mesbuuuuuuk aja, ato nyulaaaaaaaam aja, jadi ya gantian deh,

Ok see you , :D

play your role,

Posted in happy life with tags , , , on May 3, 2009 by kristi

Judul tulisan ini terinspirasi tema acaranya pak Teguh , karena saya sudah menulis kurang lebih sejak minggu yang lalu tapi belum dapet judul….,

Belakangan, beberapa kali, beberapa teman sering mengatakan atau mengingatkan saya yang intinya mereka salut sama saya, kagum dan inspiring theme karena (menurut mereka) saya , seperti yang mereka lihat, adalah sosok perempuan yang kuat, tegar, mandiri, percayadiri, walaupun saya sering juga melucu.

Saat salah satu teman saya (yang terahir barusan ketemu0 mengatakan hal tersebut, muka saya terasa panas. saya sangat merasa ngga PD dan ngga banget, karena menurut perasaan saya, saya hanyalah perempuan biasa, sangat biasa bahkan, yang sama seperti manusia-manusia (perempuan) yang lainnya, yang juga punya banyak persoalan , kadang bahkan saya sampai merasa ngga ingin hidup lebih lama lagi, mungkin dengan mati saya bisa lepas dari segala persoalan saya, tapi bukantah saya malahan ninggalin persoalan? Kadang saya juga merasa sangat sepi dan ’so empty’, tapi saya selalu mencoba untuk mengisi hari-hari saya dengan macam-macam hal, misalnya ndengerin lagu-lagu yang saya suka’i, kadang saya juga merasa jenuh dan merasa betapa saya mendapat perlakuan yang bukan main, bahkan cenderung ‘abusing’. Saya ademkan pikiran saya dengan hal-hal positif dan membuat saya berpikir bahwa saya baik-baik saja, saya cukup bahagia dan senang, dan mencoba untuk menikmati pekerjaan-pekerjaan yang nyaris menjadi ‘tugas’ yang sepertinya memang sudah layak dan sepantasnya saya kerjakan, padahal ngga ada hukumnya kalau saya harus melakukan pekerjaan-pekerjaan itu kan?

Apakah saya bersandiwara atau menjadi hipokrit? ya! mungkin! tapi bukantah hidup ini adalah panggung sandiwara dengan peran yang begitu banyak, kita tinggal memilih peran apa yang akan kita mainkan.

Kadang saya juga merasa seperti menjadi gila, tapi orang gila selalu bilang kalau dia ngga gila, jadi kalau saya bilang saya gila artinya saya waras kan? Saya belajar, paling tidak dengan cara saya sendiri bagaimana bertahan dalam hidup ini, bagaimana menyikapi hal-hal atau peristiwa, perasaan yang melanda, kadang pada saat saya mengalah saya seperti kehilangan hargadiri saya. Munafik?  saya rasa enggak ya, mungkin bijaksana adalah kata yang lebih pas.

Saya sering mendengar orang mengatakan ; ‘ya, berdamailah dengan dirimu sendiri’ atau nrimo? bahkan saking seringnya nrimo sampai jadi terbiasa, mungkin (menurut saya pribadi) pointnya bukan berdamai atau nrima, tapi bagaimana kita menyikapinya, dan teman-teman saya melihat saya dapat menyikapi persoalan-persoalan saya dengan cara yang baik.

to my dearly son……, i love you so much, even i can’t say it in front of you, but i know that you know!

So!, Be Happy!!

Ini bukan kursus atau pengajaran , just sharing!! :D

tempel sana, tempel sini, nempel dimana-mana,

Posted in happy life with tags , , , , on May 1, 2009 by kristi

Dulu (lagi), waktu saya belum punya rumah kost, kalau berkunjung ke rumah teman yang rumahnya itu di buat tempat kost, atau kerumah lain yang juga untuk rumah kost, saya suka baca kertas-kertas tempelan di pintu atau tembok yang berisi bermacam-macam tulisan, misalnya harap sandal di lepas, tamu cowok dilarang masuk, jam malam sampai jam 22.00 atau, minggu tenang ada ujian jangan berisik, mesin motor matikan, atau pintu tutup kembali, jaga kebersihan dan macam-macam yang lain. Watu itu saya merasa lucu dan agak aneh karena menurut saya yang di tulis itu adalah hal-hal yang secara logika  bisa dan biasa dilakukan tanpa harus ada peringatan, hal-hal yang sederhana.

Malahan ada di rumah seorang kawan yang ibunya menulisan berbagai peringatan dan perintah sehari-hari yang di tempel di seantero rumahnya, bahkan ada yang diselipin kata bijak dan kutipan-kutipan dari kitab suci. Saya sungguh merasa aneh dan lucu dan menjadi sangat konyol, ketika saya sendiri juga terpaksa harus berbuat hal yang sama (walaupun ngga se-ekstreem ibu kawan saya tadi) setelah saya punya rumah kost .

Ngomong atau berbicara langsung sekarang keiknya udah ngga mempan, apalagi kalau yang di ajak bicara anak muda, iya di mulut ngga iya di otak, kata anak saya, memang sekarang anak muda ya keik gitu, harus di bilangin ribuan kali ( haaaahhh?????)  :(

Untuk satu hal yang sama saya harus bicara berulang-ulang kali, sampai saya jengah sendiri, mau diam aja nanti ada kasus, jadi ya terpaksa membuat tulisan-tulisan yang saya tempel di pintu masuk rumah. Pada suatu saat, pas lagi ngumpul bareng saya bilang :’ ‘aduh, saya sungguh merasa ngga enak kalau harus nempel-nempel tulisan, keiknya kita asing satu sama lain, tapi ya saya lebih ngga enak lagi kalau harus negur atau ngingetin bolak-balik, ‘ Saya jadi sungkan’

“Oooh ngga papa bu, santai aja” jawaban yang saya terima itu malah membuat saya sebel, karena ya iya lah, mereka santai aja, wong kata-kata saya di cu’ekin aja………

Sampai-sampai di rumah saya ada istilah SP1 dan SP2, saya punya blocknote yang ada list warna merahnya yang saya gunakan untuk SP1 dan akan saya tulisin dengan tinta merah untuk SP2 dan kemudian saya tempelin di pintu kamar anak yang bersangkutan. (ini untuk hal-hal yang udah kebangeten) Rese???, mungkin!!, tapi saya yakin itu semua akan berguna untuk mereka kelak.

tadi iseng-iseng saya hitung-hitung, di pintu rumah kost saya ada  11(sebelas) tempelan kertas berisi tulisa saya, ya ampun!, saya jadi malu sendiri :P

the day the earth stood still,

Posted in omong kosong with tags , , on April 29, 2009 by kristi

Saya lagi jenuh nonton TV, isi beritanya sama semua, dan semua orang pada berlomba-lomba menyampaikan pendapatnya, yang menurut dia udah paling bener, semua orang berlaku seperti semua perbuatannya sudah benar, dengan menyalahkan orang lain.

Semua orang memakai topeng, ngga punya rasa tenggang rasa, dan juga nggak ber-empati terhadap sesama, melihat sesuatu yang jelas-jelas nggak bener, menyalahi aturan, ya cuek aja, bahkan terkadang sudah ngga ber-perikemanusia-an, semua main sikat sana sikat sini, sikut sana sikut sini, jilat sana jilat sini, yang penting nylametin diri sendiri, yang hari ini merangkul, hari ini memeluk, hari ini mencium, besok bisa jadi berbalik menjadi musuh kita, woooow, serem juga ya, nanti kita berhati-hati berteman, katanya curigaan.

Kemunafikan, kepura-puraan,  merajalela. Sekarang ini jamannya memang lagi jaman cuek, semua buat aturan sendiri-sendiri dengan mengatasnamakan HAM, mengatasnamakan demokrasi, mengatasnamakan reformasi dan atas nama apalagi yang lainnya, budi pekerti sudah luntur, tatakrama sudah ngga dipakai lagi, terus segelintir orang yang waras ini mau gimana, ngliat tingkah polah yang seperti itu ya muak juga ya, belum lagi kalau kaita jadi korban atas semua kegilaan tersebut.

Ingat ramalan Ronggowarsito? Pujangga kuno  seratus sekian ( atau lebih) tahun  yang lalu , kata Sang Pujangga : ‘ saiki jamanne jaman edan, nek ora edan ora keduman’, bayangkan kalimat yang diucapkan sekian ratus tahun yang lalu, yang menggambarkan jaman sekarang, sungguh tepat ramalan beliau.

Hanya segelintir manusia aja yang masih punya akhlak, budi pekerti, dan mereka harus berjuang keras untuk tetap ada, dan manusia-manusia ini menjadi yang dianggap nggak waras, bahkan ada diantara mereka yang berusaha untuk tetep waras justru dianggap edan alias gila, bahkan berusaha untuk me’waras’kan orang-orang edan tadi malah dianggap seperti menggarami air laut, sebuah kerjaan yang sia-sia.

Ya, memang masih banyak sekali kegilaan-kegilaan diluar sana yang nggak terhitung lagi banyaknya, bahkan sudah ngga bisa di jelaskan lagi, kegilaan macam apa yang sudah terjadi, UNCATEGORIZE !! Nampaknya dunia sudah rusak luar-dalam, Lha terus gimana ya?

Mungkin bener juga seperti cerita  yang di film seperti judul tulisan ini, BILA SAATNYA HARI DIMANA DUNIA AKAN “DIAM”, ” STOOD STILL” TAK BERGERAK DAN SEMUANYA SEPERTI BERBALIK  KEMBALI KE TITIK AWAL , KE TITIK ASAL MUASAL dan  KITA AKAN MEMBUAT DUNIA BARU YANG LEBIH BAIK.

sitting and count the stitches,

Posted in happy life with tags on April 18, 2009 by kristi

in-a-row

hush a bye montain

Posted in grateful on April 18, 2009 by kristi

Seorang anak kecil yang sangat ketakutan, karena dikejar alien, terus dalam persembunyiannya dia bersenandung lagu Hush A Bye mountain,  ini adegan dalam sebuah filmnya Dakotta Pffaning, lagunya menenangkan, menyejukkan, membuat perasaan menjadi aman, kata-katanya sangat bagus, dan memang bener-bener menyejukkan, yang bawain ada beberapa penyanyi antara lain Stacey Kent, simak aja….  :D

I gentle breze from Hushabye mountain

Softly blows on her lullaby bay

It fills the sails of boats that are waiting

Waiting to sail your worries away

It isn’t far to Hushabye montain

And your boat waits down by the key

The winds of night so softly are sighing

Soon they will fly your troubles to sea

So close your eyes on Hushabye mountain

Waves goodbye to cares of the day

And watch your boat from Hushabye mountain

Sail far away

From lullaby bay

Have a great life everyone, :D :D :D

lasagna alternative,

Posted in resep-resep with tags , on April 12, 2009 by kristi

Suka Lasagna? tu makanan Italy yang uenak? Saya juga suka.

Tapi kadang kita pingin dengan rasa yang beda, coba aja resep saya yang baru ini dan masuk ke katekori resep-resep alternative.

Sebagai ganti lembaran pasta lasagnanya, bisa digunakan lembaran pancake

Siapkan pancakenya (yang plain)

Selanjutanya diolah dengan cara biasa, tapi sebagai ganti lembar lasagna gunakan lembar pancake, rasanya enak, malah lebih smooth.lasagna

what’s in a name…….?,

Posted in Percaya diri with tags , , on April 10, 2009 by kristi

“What’s in a name? that which we call a rose, by any other name would smell as sweet”

Pasti tau dong, kalimat ini?, kalimat yang diucapkan oleh Juliet untuk kekasihnya Romeo? Bunga mawar yang harum, sekalipun tidak disebut sebagai  mawar, akan tetap berbau harum!, kira-kira artinya seperti itu.

Apakah arti sebuah nama? Ada yang menganggap nama itu sangat penting, ada yang menganggap nama itu berarti banyak, sebuah pemberian orang tua yang diberikan dengan penuh makna, ada yang beranggapan nama ya nama. Hanya sekedar alat atau sarana  untuk memanggil, atau hanya sekedar sebuah sebutan (saja).

Apakah sebuah nama itu sama dengan sebuah merek?, misalnya orang suka menyebut motor, apapun mereknya ya ‘ Honda’, pompa air, apapun mereknya ya ‘Sanyo’ atau mobil Jeep, apapun mereknya ya Jeep, malahan ada banyak orang yang ngomongnya : ‘ mobilnya  Jeep Toyota”

Ala Maaak!

Atau obat nyamuk apapun mereknya ya Baygon. Masih banyak sih contoh ke-salahkaprah-an seperti ini yang berkaitan dengan nama atau merek.

Orang tua biasanya memberi nama anaknya juga mikir-mikir dulu, diskusi sama isterinya, bahkan kadang seluruh keluarga besarnya ikut nimbrung rembugan, bisa sampai berhari-hari……..

memilih nama ada yang karena nama besar seseorang yang diidolakan, atau untuk mengingat suatu momen tertentu misalnya, ada orang tua yang memberi nama anaknya …..Vespianto…., karena ayahnya penggemar motor Vespa, …..Neony……, karena saat anaknya lahir di jalan kampungnya juga sedang ada proyek neonisasi, atau ……Helmi….., karena saat anaknya lahir lagi giat-giatnya polisi merasia pengendara motor tanpa helm. Atau nama saya misalnya, karena saya lahir bertepatan dengan hari Natal, dan yang seperti ini juga masih banyak contoh yang lain.

Ada banyak orang yang sungguh-sungguh sangat memperhatikan ejaan dan pengucapan namanya, contohnya nama anak laki-laki saya yang sering dipanggil dengan pelafalan C nya seperti melafalkan kata Cecak, padahal nama anak saya C nya dilafalkan seperti huruf K, kalau saya bermaksud namaya menjadi seperti melafalkan cecak, saya mengisi form akte kelahirannya ya dengan tulisan C-h-a-r-l-o-s bukan C-a-r-l-o-s kan? Atau nama saya yang sering disebut Kristin , padahal Demi Tuhan nama saya ngga pake N, bahkan secara nama panjang sayapun ngga ada huruf N nya (terus orang-orang itu nemu dimana ya huruf N nya)

Ibu saya (Alm) selalu menegaskan bahwa namanya adalah Janssen dengan 2 S atau sahabat keluarga yang juga selalu menegaskan namaya adalah Ingrid dengan 1 G . Anak perempuan saya lain lagi, nama praktisnya Lieke, tapi sering dipanggil teman-temannya Likee (ya kalau ini sih memang sengaja :D )

Kemarin waktu mau NYONTRENG saat mendaftar nama saya ditulis dengan 2 huruf a , terus saya bilang :’ ni salah pak, a nya 1 saja’, dan jawabannya adalah: ‘ Oooooooo, ini ngga penting, yang lebih penting kan hadirnya’ , saya suebel banget, enak aja! nama orang diganti-ganti semau-maunya, terus saya bilang:’ ya buat saya penting pak!, ini nama pemberian orang tua saya Alm. jadi harus saya hormati’, dan saya ngga peduli lagi dengan reaksinya, ngga penting!

kenapa….?,

Posted in omong kosong with tags , , , , on April 7, 2009 by kristi

Mengapa Tuhan memberikan aku cobaan yang tak berkesudahan?, kata saya.

Apakah benar Tuhan memberi cobaan?, bukan tah apa yang diberikan Tuhan adalah berkah semata? Mangapa orang lalu selalu menganggap ‘itu’ sebagai suatu cobaan?

Apakah karena apa yang kita peroleh tidak seperti apa yang kita inginkan atau harapkan, kemudian kita mengclaim itu sebagai sebuah cobaan?

Misalnya, suatu bencana alam, apakah bencana alam bisa disebut sebagai sebuah cobaan dari Tuhan? Bukan tah bencana alam itu terjadi karena ulah manusia yang tidak menghargai alam sekitar?, coba saja! :

Bencana alam yang terjadi, bila di-urut-urut pasti karena terjadi kerusakan alam yang pasti juga karena ulah manusia?

Misalnya karena penebangan hutan yang semena-mena , atau penggalian pasir di kaki gunung yang berlebihan, atau lahan resapan yang di ubah fungsinya sehingga berakibat pada konstruksi dan struktur tanah itu sendiri.

Kenapa ada panas yang berlebihan? mengapa ada hujan terus menerus sehingga menyebabkan banjir di mana-mana, ini baru sebagian kecil dari banyak penyebab, dan itu semua karena ulah tangan manusia bukan? Masih banyak penyebab-penyebab lainnya yang satu dan lainnya saling berkait. Dan proses yang sudah berjalan berpuluh tahun itu baru nampak dan terasa akibatnya sekarang!

Bencana alam bukan karena tangan Tuhan, tapi karena tangan manusia, yang sudah saling iri, serakah, dan hanya mementingkan dirinya sendiri, dan kalau ada 0,000000sekian % dari penduduk bumi ini yang concern terhadap alam semesta beserta isi-isinya ngga akan berdampak, mereka juga akan tetap menjadi korban.

Global worming misalnya, akibat dari kerusakan alam semesta eksesnya kemana-mana .

Jadi apa yang harus diperbuat manusia untuk memperbaiki kerusakan alam semesta ini? Ya memperbaiki akhlak-budi-pekerti masing-masing dahulu, bagaimana…..?, Ya ! bagaimana?

Contoh kasus: Otomat tandon air di rumah saya macet (lagi), sebel ngga sih?, padahal sudah beli yang paling bagus, paling kuat, paling awet, kata penjualnya. Menurut saya kronologinya sebagai berikut (cie ileeee!!!)

Karena penyebab-penyebab kerusakan alam semesta yang saya sebut diatas (antara lain) akibat dari global worming, suhu udara menjadi sangat-sangat-sangat tinggi, panas yang sangat-sangat-sangat  menyengat menyebabkan pelampung otomat di dalam tandon mengalami penyusutan bobot karena menguap, sehingga switchnya ngga mau turun pada saat debet air berkurang, akibatnya:

Satu rumah ngga bisa mandi, untuk naik keatas tandon butuh tangga, saya minjem mulu malu dong! jadilah saya harus beli tangga (karena darurat, beli tangganya yang harus bisa dipakai saat itu juga) and harganya?……….????phiuh!!

Saya harus minta tolong anak kost untuk naik dan betulin pelampungnya, inipun butuh beberapa hari sendiri untuk menemukan kesalahannya dan memperbaikinya.

Belum lagi korban perasaan, jengkel, sebel, sedih dan sungkan karena harus berkali-kali minta tolong anak-anak  kost.

Saya jadi ngga bisa mengerjakan proyek-proyek sulaman saya  karena konsentrasi saya terganggu , terpecah ke masalah suplay air di rumah saya

Untungnya… Na ini yang positifnya.

Anak-anak yang kost di rumah saya cowok, coba kalau cewek , wah manyun aja kaleee!

Saya beli tangga (yang harganya…….!!) itu bisa bayar akhir bulan karena tokonya udah langganan.

Tapi yang parah dan lama sembuhnya ya mood saya yang jadi porak-poranda, sehingga  keluarlah kata-kata  seperti kalimat pembuka di atas tadi.

Saya ngga mikirin masalah global worming atau banjir, atau tanah longsor atau banjir lahar bukan karena ngga mau tapi karena ngga mampu!! What can i do? untuk skala pribadi ya okaylah, tapi kalau udah skala alam semesta, apa efeknya? ngga sebanding! So…!

Tuhan ampuni aku bila aku sempat menyangka bahwa segala persoalan yang menghadangku adalah cobaan dariMU, aku akan menganggap itu semua sebagai berkah, karena dibalik  segala kesusahan pasti ada segala kebahagian, AMEN.